Penanganan Sampah Jadi Atensi Serius Pemko Banjarmasin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Meski sudah mendapat penghargaan empat kali piala Adipura, nyatanya penanganan sampah di Kota Banjarmasin sejauh ini masih belum teratasi sepenuhnya.

Persoalan buang sampah sembarangan, sampai masalah angkutan sampah, acapkali mendapat sorotan masyarakat hingga kalangan dewan di DPRD Kota Banjarmasin.

Setidaknya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), harus mengangkut 500 kubik sampah per hari. Namun, hal itu dirasa belum optimal, lantaran keterbatasan fasilitas dan sumber dana anggaran.

Karenannya, soal penanganan sampah ini menjadi atensi Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah. Ia mengakui, penanganan sampah di Kota Banjarmasin belum sepenuhnya teratasi dengan baik.

“Kita terus berusaha mengoptimalkan penanganan sampah yang jumlah mencapai puluhan ton per hari, yang harus kita angkut ke TPA Basirih,” ujarnya.

Menurut Hermansyah, persoalan penanganan sampah ini tidak akan terkelola dengan baik jika tidak diimbangi kesadaran masyarakat dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya dan pada jam yang sudah ditentukan.

“Kuncinya kesadaran masyarakat. Jika masyarakat patuh, maka pengelolaan sampah akan berjalan maksimal. Seberapa pun bagusnya program, jika tidak ada kesadaran masyarakat, mustahil penanganan sampah sesuai harapan kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin Marzuki menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menginventarisir ‘paman’ gerobak sampah di tiap kelurahan.

Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah dari akarnya dapat dilaksanakan secara maksimal. Selain itu, mereka bisa menjadi penyambung lidah memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Upaya kita saat ini mendata paman gerobak sampah yang ada di tiap kelurahan, untuk memastikan sampah dari masyarakat terangkut dengan baik,” katanya.

Marzuki menambahkan, pihaknya pun saat ini menggalakkan program pilah sampah. Yakni mengharuskan menyediakan dua kantong sampah di setiap rumah warga untuk sampah organik dan non-organik.

Menurut Marzuki, program pilah sampah organik dan non-organik ini sudah diterapkan di restoran dan perhotelan, dan cukup berhasil hingga sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih tidak banyak lagi dari dua sektor produksi sampah ini.

BACA JUGA :
Bupati Kampanye Lingkungan di Festival Pasar Terapung Lok Baintan

“Di tahun 2021 nanti, program ini akan kita jalankan secara maksimal. Nah, sosialisasinya kita libatkan paman gerobak sampah itu tadi. Harapan kita kedepannya, tumbuh kesadaran masyarakat,” pungkasnya. (sin/klik)