Intensitas Hujan Tinggi, Kabupaten Banjar Belum Berpotensi Banjir

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Sejak awal November 2020 lalu, cuaca panas di Kabupaten Banjar mengalami peralihan ke musim penghujan. Bahkan, sejak dua pekan terakhir, intensitas hujan yang mengguyur wilayah ini kian tinggi, dan sangat berpotensi menyebabkan bencana banjir yang kerap melanda.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar HM Irwan Kumar, melalui Leo Khairunnisa selaku Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Banjar mengatakan, pihaknya sudah jauh hari melakukan persiapan penanggulangan bencana banjir akibat intensitas curah hujan tinggi yang menyebabkan air sungai meluap.

“Tingginya Intensitas curah hujan di Kabupaten Banjar memang sangat berpotensi menyebabkan bencana banjir. Khususnya di kawasan dataran rendah yang rawan dan kerap dilanda banjir, seperti di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pengaron, Sungai Pinang, Martapura Barat, Martapura Timur, dan Kecamatan Martapura,” ujar Leo kepada klikkalimantan.com, Selasa (24/11/2020).

Untuk itu, papar Leo, BPBD Kabupaten Banjar sudah jauh hari mempersiapkan sejumlah peralatan yang siap difungsikan untuk mengantisipasi musibah banjir, dan meminamalisir kemungkian jatuhnya korban jiwa.

“Adapun sejumlah peralatan yang kami siapkan diantaranya mesin apung yang berfungsi untuk menyedot genangan air, dan dapat difungsikan sebagai alat pemadam kebakaran. Kami juga menyiapkan masing-masing 1 unit perahu karet dan speed boat, dan masing-masing 2 unit perahu lipat dan perahu polyethylene yang difungsikan untuk menyalurkan bantuan logistik dan melakukan evakuasi terhadap warga,” bebernya.

Bahkan, Leo melanjutkan, BPBD Kabupaten Banjar selalu siap siaga untuk menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir. Disamping terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banjar.

“Dengan begitu, bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih. Jadi, jika ada permintaan, kita sudah siap menyalurkan,” katanya.

Kendati dua pekan terakhir itensitas hujan di Kabupaten Banjar mulai tinggi, namun, menurut Leo, sejauh ini Kabupaten Banjar masih dalam situasi kondusif.

“Berdasarkan laporan PLN, debit air waduk Riam Kanan masih normal. Pagi kemarin saja debit air waduk masih sekitar 56,460 Meter, dan sekarang turun menjadi sekitar 50,440 Meter. Begitupun untuk debit Riam Kiwa dan kondisi debit air sungai lainnya, sepeti Sungai Binuang, Pengaron, Simpang Empat, dan Sungai Pinang, hingga Sungai Martapura, masih normal,” jelasnya.

Walaupun intensitas curah hujan di Kabupaten Banjar belum berpotensi menyebabkan banjir, namun Leo tetap mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada akan bahaya banjir. Mengingat, selain bahaya hewan melata yang kerap mengancam saat banjir melanda, musibah banjir pun dapat menimbulkan korban jiwa seperti peristiwa yang terjadi pada Februari 2020 lalu yang menewaskan dua warga di RT07, Desa Murung Kenanga, Kelurahan Murung Keraton, akibat tersengat listrik saat memperbaiki kipas angin di rumahnya yang digenangi air banjir luapan Sungai Martapura.

“Kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada akan bahaya musibah banjir. Mengingat, selain bahaya dari serangan hewan melata, diharapkan warga selalu siap membereskan peralatan elektroniknya agar tidak terendam banjir, khususnya terkait colokan yang masih dialiri arus listrik guna menghindari adanya korban jiwa,” pungkasnya.(Zai/klik)

 

Advnativ