Sembako yang Disalurkan DPRD Banjar Sudah Senilai Rp300 Juta-an

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Segenap anggota DPRD Kabupaten Banjar, terus berjibaku menerjang banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar, untuk menyalurkan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir.

Menurut Ketua DPRD Banjar, Rofiqi, hingga saat ini, bantuan logistik berupa paket sembako yang terkumpul dari dana pribadi dan beberapa pengusaha, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang disalurkan melalui DPRD Banjar, nilainya sudah sekitar Rp300 juta.

“Saat ini sekitar 30 desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar yang terdampak banjir sudah kita salurkan bantuan. Diantaranya di Kecamatan Martapura, Martapura Timur, dan Astambul. Untuk Kecamatan Pengaron dan sekitarnya kemarin belum sempat kita datangi, karena akses jalan jembatan penghubung Kecamatan Astambul dan Pengaron terputus. Sehingga penyaluran bantuan hanya bisa dilakukan di beberapa desa di Kecamatan Astambul,” ujarnya kepada klikkalimantan.com, Senin (18/1/2021).

Selanjutnya, papar Politisi Gerindra ini, pihaknya akan menjelajahi Kecamatan Martapura Barat yang juga terdampak banjir akibat meluapnya air Sungai Martapura.

“Untum stok paket sembako masih banyak. Kemungkinan bantuan ini juga akan kita salurkan ke Martapura Barat, dan pasca banjir nanti pun akan kita salurkan,” katanya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, lanjut Rofiqi, hal yang paling urgen saat ini adalah ketersediaan obat salep untuk penyakit kulit kutu air. Mengingat, hampir satu bulan masyarakat terdampak banjir, penyakit kutu air mulai menyerang masyarakat.

“Saat ini kan hampir semua apotek, baik di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin, kehabisan stok salep untuk penyakit kutu air. Untuk itu, perwakilan dari Kabupaten Banjar sudah menuju Jakarta untuk membeli kebutuhan obat salep tersebut, dan kemungkinan besok sudah tiba di Kabupaten Banjar,” bebernya.

BACA JUGA :
Pemko Klaim Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadhan

Menurut Rofiqi, mestinya instansi terkait harusnya proaktif dalam menanggulangi permasalahan tersebut, mengingat banyak masyarakat di Kabupaten Banjar yang terdampak banjir terserang penyakit kutu air.

Adanya penyaluran bantuan logistik berupa paket sembako tersebut, mendapat apresiasi dari Posko Dapur Umum di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Martapura Timur, yang terdata sekitar 1.600 Jiwa terdampak banjir.

“Semua bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak banjir melalui Posko Dapur Umum pasti kami kelola dengan baik, dan disalurkan kepada warga secara merata melalui perwakilan RT-nya masing-masing. Karena Posko Dapur Umum Pingaran Ilir sudah mengantongi data warga terdampak yang berada di 7 RT Desa Pingaran Ilir,” ucap Sayyid, Koordinator Dapur Umum.

Tak hanya itu, kalau pun ada warga yang komplain karena bantuan konsumsi yang disalurkan melalui RT tidak merata, lanjut Sayyid, pihaknya siap menyediakan konsumsi untuk warga tersebut.

“Posko Dapur Umum selalu siap melayani warga yang terdampak banjir. Akan tetapi, saat ini dapur umum masih membutuhkan bantuan paket sembako berupa lauk pauknya, karena stok telur dan mie instan sudah habis. Bahkan, hari ini kami bikin sayur kangkung yang dipetik tak jauh dari lokasi Dapur Umum,” tuturnya.

Dikatakan Sayyid, dalam satu hari, Dapur Umum Desa Pingaran Ilir menyediakan konsumsi sebanyak tiga kali. Yakni untuk konsumsi sarapan pagi, siang, dan malam hari. Dengan jumlah beras yang dimasak sekitar 50 Liter dalam sehari bahkan lebih, karena pihaknya juga bersedia melayani permintaan kebutuhan konsumsi dari warga lainnya yang memerlukan bantuan.

“Bahkan, awal kita mendirikan Posko Dapur Umum, dalam satu hari kita memasak kebutuhan konsumsi hingga empat kali, atau sekitar 100 Liter beras ditanak,” pungkasnya.(Zai/klik)

BACA JUGA :
Dewan Menilai Normalisasi Sungai Banjarmasin Alami Kemunduran