BPBD Bantah Tudingan Relawan Terkait Penimbunan Logistik

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, HM Irwan Kumar, langsung mengklarifikasi sejumlah tudingan puluhan relawan yang datang ke kantornya pada Kamis (21/1/2021) siang kemarin.

“Seperti telur yang ada di gudang, telur itu baru datang. Setelah kita selesai menyalurkan, kita pun langsung memesan lagi. Cuma datangnya tidak sekaligus. Terlebih, ketersediaan telur di pasaran stoknya juga sangat terbatas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di ruang Command Center Barokah, Martapura, Kamis (21/1/2021) malam sekitar pukul 21.42 Wita.

Irwan Kumar yang ketika puluhan relawan datang ke kantornya justru sedang berada di luar mendampingi Menteri PMK Muhadjir Effendie ke Kecamatan Sungai Tabuk, juga memberikan klarifikasi mengenai bantuan bencana banjir yang dituding tak jelas ke mana disalurkan.

“Penyaluran yang dilakukan sudah sesuai hasil rapat dengan Bupati Kabupaten Banjar. Bahwa bantuan yang dikeluarkan BPBD akan disalurkan ke setiap kecamatan dan dapur umum, seperti di Stadion Demang Lehman Martapura. Jadi, kami tidak menumpuk bantuan, karena bantuan kita salurkan secara bertahap. Jika ada permintaan dari kecamatan langsung kita kirim,” kilahnya.

Irwan Kumar menegaskan, pihaknya tidak berupaya untuk menahan atau menimbun bantuan yang ada di BPBD Kabupaten Banjar, dan semuanya pasti akan disalurkan.

“Jadi, masyarakat mesti tahu, bahwa kami tidak ada niat atau upaya untuk menimbun logistik. Semuanya kita salurkan. Tim kita pun selalu bekerja setiap hari dalam melayani masyarakat yang terdampak banjir,” ucapnya.

Irwan Kumar mengakui, memang di akhir 2020 lalu anggaran sudah habis. Namun, stok masih ada, sehingga pihaknya tetap bisa melayani masyarakat terdampak banjir dengan stok logistik yang ada.
“Anggaran telah habis, kami melakukan pengadaan logistik dengan dana tanggap darurat dan PSBB,” ujarnya.

Begitu pun terkait sejumlah peralatan dapur umum, dan perahu yang nampak tak terpakai saat situasi tanggap darurat bencana banjir ini. “Bahkan, perahu malah ada yang dipinjamkan sampai tiga minggu lebih, dipinjamkan pada beberapa tempat,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Mokhammad Hilman, menambahkan, bahwa bantuan logistik yang didistribusikan ke kecamatan diarahkan ke dapur umum dan posko sesuai kebijakan camat masing-masing.
“Camat bisa membijaksanai bantuan logistik sesuai keperluan wilayahnya,” pungkasnya.(Zai/klik)

Advnativ