DPN BMI Kecam Upaya Kudeta Partai Demokrat; Caranya Gelap Mata

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Isu “kudeta” yang menerpa Partai Demokrat, mendapat sorotan keras dari Wakil Ketua Umum Dewan Pengusus Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN-BMI) Sri Nurnaningsih. Gerakan yang dinilai ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa itu dinilai gelap mata.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021), mengungkapkan partai yang ia pimpin dalam bahaya.

AHY menyebut ada sejumlah orang yang berusaha mengambil alih kepemimpinannya. Bahkan, karena pentingnya isu tersebut, AHY sampai menggelar rapat pimpinan khusus.

Menurut AHY, rapat ini digelar untuk membahas terkait adanya upaya gerakan ‘kudeta’ Partai Demokrat yang dilakukan oleh beberapa menteri di sekitar lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi). AHY menyebut, gerakan tersebut terdiri dari kader secara fungsional, mantan kader, dan non-kader.

Menyikapi isu kudeta tersebut, Wakil Ketua Umum DPN BMI Sri Nurnaningsih menyebut, elite di lingkaran Jokowi bersikap gelap mata dalam berpolitik, tidak jantan, dan tidak fair dalam berpolitik, dengan ugal-ugalan ingin merebut partai politik dengan cara-cara kasar.

“Upaya ini jelas-jelas dilakukan orang yang kesetanan dalam berdemokrasi,” tegas Sri Nurnaningsih.

Sri mengatakan, hendaknya elite tersebut membuat partai sendiri, daripada mengganggu partai yang didirikan oleh para pejuang demokrasi bermartabat.

“Kami juga mengapresiasi langkah tegas yang diambil AHY dalam mengkounter isu kudeta dengan cara culas tersebut. Ketegasannya mengingatkan kita pada sosok Jendral Sarwo Edhie yang tegas terhadap PKI, kini diwariskan untuk menghadapi permainan culas para elite di lingkaran Jokowi,” pungkasnya.

BMI sebagai sayap partai Demokrat, Sri mengutuk keras upaya melengserkan jabatan Ketua Umum partai yang sah. “Jelas kami mengutuk keras kudeta yang dilakukan para elit tersebut,” tegas Sri.(sin/klik)

BACA JUGA :
Penilaian Kelompok Ternak Sapi, Dondit Bekti: Harus Kreatif Mengembangkan Usaha