Sekolah Boleh Tatap Muka, Asal?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim ST, memberi sinyal positif terkait keinginan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka.

Sebelumnya, Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyatakan, berencana memulai pembelajaran tatap muka di semua tingkatan pendidikan usai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin (22/2/2021).

Namun, apakah PPKM akan diperpanjang atau tidak, sampai saat ini Pemko Banjarmasin masih menunggu arahan pemeritah pusat melalui pemerintah provinsi.

“Kita di Komisi IV mempersilahkan memulai pembelajaran tatap muka. Hanya saja, ada beberapa ketentuan yang sebelumnya harus disiapkan dan dimatangkan,” ucap Zainal Hakim.

Ia menyebut, pada saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Disdik beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah menyampaikan hal ini. Yang mana, Disdik harus menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelaksanaan belajar tatap muka.

“SOP terkait belajar tatap muka harus terlebih dahulu disiapkan. Bagaimana sistem pembelajarannya, ketersediaan protokol kesehatannya, jarak tempat duduk, jumlah kuota siswa dengan ruang kelas, dan lain-lain,” katanya.

Zainal menegaskan, dengan sistem SOP yang terukur dan adanya jaminan penerapan protokol kesehatan yang ketat, setidaknya membuat orangtua siswa merasa aman, ketika anaknya kembali belajar di sekolah.

“Soal ini yang paling kita tekankan, dan harus benar-benar diperhatikan, sebelum memulai pembelajaran tatap muka,” tegasnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun mengingatkan kepada Disdik ataupun pihak sekolah, agar tidak memaksakan siswa. Setidaknya, belajar tatap muka harus mendapat persetujuan orangtua siswa dan mengakomodir jika ada yang tidak bersedia untuk belajar dengan tatap muka.

“Kita akui belajar tatap muka lebih efektif dibanding jarak jauh. Namun, suasana pandemi Covid-19 harus disikapi dengan bijaksana,” pungkasnya. (sin/klik)

BACA JUGA :
Dewan Minta Honor Marbot dan Guru Ngaji Ditingkatkan