Dewan Minta Honor Marbot dan Guru Ngaji Ditingkatkan

Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Taufik Husin, mengharapkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), meningkatkan honor untuk marbot dan guru mengaji di Banjarmasin.

Sejauh ini, jumlah marbot dan guru mengaji atau ustad/ustadzah yang masuk dalam data Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPMRI) Kota Banjarmasin mencapai 2.600 orang, dan diberi honor Rp200 sampai Rp400 ribu per bulan.

Menurut Taufik Husin, angka tersebut jauh dari kata cukup, meski pada umumnya pekerjaan marbot condong pekerjaan sukarela. Namun, pekerjaan tersebut tidak semua masyarakat mau mengerjakannya.
Meski dipandang pekerjaan ringan, papar Taufik, nyatanya punya tanggung jawab besar. Sebab, kehadiran marbot di tempat ibadah masjid atau mushola, membuat masjid menjadi bersih dan nyaman untuk beribadah.

“Sebagai imbal jasa, tentunya jumlah tersebut terlalu kecil dengan tanggung jawab yang besar tersebut. Kita minta honor mereka ditingkatkan,” ucapnya.

Politisi senior PDI-Perjuangan ini menambahkan, dengan tugas mulia yang diembannya, plus banyak tanggung jawab yang dibebankannya seperti mengawal adzan dan shalat selama 5 waktu (subuh, dhuhur, asar, magrib, isya), maka selayaknya para marbot ini mendapat apresiasi yang layak.

“Bagaimana tidak! Dengan tugas dan rutinitas yang menjadi beban tanggung jawabnya setiap hari, maka ia otomatis akan kehilangan kesempatan untuk mencari nafkah dan bekerja seperti pada umumnya,” tambah Taufik Husin.

Ia mengharapkan, Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi dengan cara menaikkan jumlah honor mereka per bulan. Terdekat, usulan kenaikan tersebut bisa dianggarkan dan disampaikan pada pembahasan anggaran perubahan nanti.

“Disetujui atau tidaknya pada saat pembahasan anggaran perubahan, itu soal nanti. Yang pasti, ada perhatian lebih dari pemerintah soal kesejahteraan mereka,” harapnya.(sin/klik)

Advnativ