Warga Cempaka Ucapkan Terimakasih Kepada Walikota

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
HAMPIR SELESAI- Dengan bantuan banyak pihak, pembangunan TKA Sulamul Ridwan Cempaka Kertak Baru kini hampir sempurna. (kus/klik)

Klikkalimantan.com, BANJARBARU – Pembangunan TK Alqur’an Sulamul Ridwan Cempaka Kertak Baru, Kecamatan Cempaka hampir selesai. Dengan progress 85 persen, para tokoh masyarakat setempat pun merasa lega dan bersyukur.

“Alhamdulillah, baru saja para tokoh masyarakat selesai menggelar rapat dengan bahasan pembangunan TK Alqur’an Sulamul Ridwan,” ujar Supian Hadi didampingi sejumlah tokoh masyarakat.

Hadi pun lantas menyampaikan rasa terimakasih warga atas bantuan-bantuan yang mereka terima. Antara lain bantuan dari Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin dan keluarga. Kemudian ada juga bantuan dari Kadishub Banjarbaru Yanni Makie, Kadisinfokom Banjarbaru Iwan Herwaman, Kepala Bappeda Kanafie, Kepala BPKAD Jainudin dan Kadis-LH Sirajoni.

“Kami juga sangat berterimakasih atas peran serta MABAR melalui gelaran Night Adventure, Night Enduro Competition, dengan donasinya Rp18.750.000. Ada juga donasi dari seorang sahabat Ahmad Shaleh,” ujarnya.

Hadi yang pagi ini didampingi Guru Ani, Ketua Panitia Pembangunan TK Al Qur’an Sulamul Ridwan pun, mengilasbalik dibangunnya TK-Alquran tersebut. Bermula saat Aditya berkunjung  ke acara haul di kediaman salah satu warga. Kala itu di pertengahan tahun 2019, Aditya yang kebetulan menunaikan ibadah Sholat Azhar di mushola Kertak Baru merasa tidak nyaman lantaran saat itu tiba-tiba berdatangan anak-anak yang memenuhi mushola.

“Semula Aditya tidak tahu sebab berkumpulnya anak-anak layaknya ingin belajar mengaji. Saya jelaskan, jika anak-anak itu murid TK Alquran. Mereka menggunakan mushola sebagai tempat karena di kampun ini tidak ada sekolahannya,” ujar Hadi berbinar.

Nah, lanjutnya. Aditya rupanya ternyuh melihat kondisi tersebut. Kontan mantan anggota DPR RI ini pun meminta kepada warga untuk membangun sarana sekolahan dengan catatan dirinya siap membantu.

“Betapa girangnya warga saat itu. kami pun mengumpukan sumbangan warga untuk memulai kegiatan pembangunan. Menggunakan ember, pantia pembangunan berkeliling kampung. Sehari ada saja yang menyumbang. Dua ratus hingga tiga ratus ribu tiap harinya. Sampai akhirnya dari uang itu pula bisa membeli lahannya,” ujarnya.(kus/klik)

BACA JUGA :
Selain Dilakukan dengan Prokes Ketat, Sekolah Tatap Muka Harus Perhatikan Kondisi Psikologis Anak