Jalankan Program Rutilahu, Dinsos Harapkan Ada Bantuan Kemensos RI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Dukung percepatan penanggulangan kemiskinan, berbagai program telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Salah satunya melalui program Bantuan Sosial (Bansos) Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu) di  Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banjar, dengan menggandeng Bank Kalsel.

Program Bansos Corporate Social Responsibility (CSR) RS Rutilahu tersebut pada 2021 ini telah direalisasikan Dinsos di 3 tempat.

Salah satunya di RT05, Desa Melayu Ulu, Kecamatan Martapura Timur, yang ditandai dengan penandatangan berita acara penyerahan dokumen oleh Wakil Bupati Kabupaten Banjar H Said Idrus Al Habsyie, didampingi Iwan selaku Kepala Cabang Bank Kalsel.

“Banyak program yang kita lakukan untuk menanggulangi angka kemiskinan di Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui RS Rutilahu atau bedah rumah. Program Rutilahu ini juga dilaksanakan stakeholder lainnya, dengan sumber dana berbeda-beda, seperti BNPB, BPBD,” kata H Ahmadi, Kepala Dinsos Banjar, Senin (8/6/2021).

Dikatakan Ahmadi, Program Rutilahu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Banjar pada tahun ini sebanyak 12 unit rumah, dan 6 unit rumah dianggarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

“Sedangkan 3 unit program Rutilahu yang terealisasi hari ini, merupakan kegiatan CSR tahun anggaran 2020 yang tertunda akibat bencana banjir. Anggaran untuk 1 unit rumah yang dibedah masih sama, yakni Rp15 Juta, ditambah dana CSR Rp2 Juta, sehingga total anggaran 1 unit rumah pada program Bansos CSR RS Rutilahu sebesar Rp17 Juta,” bebernya.

Ahmadi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih berjuang untuk mendapatkan anggaran program Rutilahu dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Mudah-mudahan upaya kita untuk memperoleh anggaran tersebut dapat terwujud, sehingga dapat direalisasikan di 2021 ini. Mengingat, untuk anggaran kegiatan Rutilahu dalam 1 tahun hanya sebanyak 20 unit. Jadi, satu kecamatan hanya dapat 1 unit,” ucapnya.

BACA JUGA :
Banyak Permasalahan, Germas di Kabupaten Banjar Perlu Dievaluasi

Lalu, apakah refocusing anggaran sangat berpengaruh terhadap program Rutilahu yang dijalankan Dinsos, mengingat akan kembali dilakukan pemotongan anggaran?

“Yang jelas, sebelum dilakukan pemotongan, kita harus segera merealisasikan kegiatan di Dinsos. Apabila terlambat, pasti kena potong,” tegasnya.(zai/klik)