Dubes Kerajaan Arab Saudi Sebut Jamaah Haji Indonesia Ringankan Petugas Haji

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, JAKARTA – Keputusan Kerajaan Arab Saudi untuk meniadakan jamaah haji dari negara manapun merupakan sebuah keputusan dengan pertimbangan atau alasan keselamatan dan kesehatan jamaah haji.

Demikian dijelaskan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Esam A Abid Althagafi dalam gelaran diskusi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat secara virtual, Rabu (30/6/21).

Duta Besar Esam Althagafi pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterimakasih kepada SMSI atas undangan diskusi dan bincang-bincang yang juga membahas kerjasama Arab Saudi dengan Indonesia di bidang pendidikan.

“Sebuah kehormatan saya dapat melihat Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang warganya memiliki keinginan kuat dan ghiroh untuk bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh ke Tanah Suci,” katanya.

Ia mengemukakan, jumlah jamaah haji dan umrah dari Indonesia setiap tahunnya merupakan jumlah yang terbesar dan terbanyak dibanding jamaah haji dan umrah dari negara-negara lainnya.

Sebanyak 230 ribu jamaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji di tahun-tahun sebelumnya (sebelum pandemi COVID-19), dan jamaah umrohnya pun merupakan yang terbanyak dibanding jamaah dari negara-negara lain. Setiap tahunnya mencapai satu juta jamaah umroh.

Menurut Dubes Esam Althagafi, meskipun jumlahnya yang terbanyak, jamaah haji dari Indonesia pada umumnya tertib dan berdisiplin saat melaksanakan ibadah haji, sehingga meringankan tugas para petugas urusan haji Pemerintah Saudi, dan pelaksanaan ibadah haji pun menjadi nyaman.

Selanjutnya Dubes Arab Saudi itu mengatakan, pandemi COVID-19 tahun ini makin mengganas dibanding tahun sebelumnya, sehingga Pemerintah Arab Saudi memutuskan tidak mengundang calon jamaah haji dari luar Saudi.

Ia juga menilai, keputusan Pemerintah Indonesia untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji tahun ini sebelum Pemerintah Arab Saudi mengumumkan apakah membuka kuota haji atau tidak merupakan keputusan yang bijak untuk menghindari jumlah korban virus Corona, khususnya ketika mereka melaksanakan ibadah haji.

BACA JUGA :
Anggaran PSBB Kota Banjarbaru, Wali Kota: Lebih Rp200 Miliar

Ia juga menginformasikan, kini setidaknya ada 50 sampai 60 ribu warga Arab Saudi yang ingin masuk ke Saudi, dan pihak Kerajaan memperketat mereka untuk masuk ke negaranya itu. Mereka tertahan tidak bisa masuk ke Arab Saudi dalam waktu satu sampai dua bulan terkait masih adanya pandemi COVID-19.

Tapi Pemerintah Saudi, menurut dia menjamin kebutuhan makanan dan keperluan mereka dengan biaya yang tidak sedikit, sementara vaksinasi bagi warga Saudi sudah mencapai 50 persen. Di sisi lain pandemi pun sangat berdampak bagi ekonomi Arab Saudi.(klik)