Disdik Kabupaten Banjar Kembali Berlakukan PTM Terbatas

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Dari 917 sekolah yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banjar, sekitar 869 sekolah kini kembali menggelar sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat kembali terjadinya lonjakan kasus penyebaran Covid-19.

Kabar gembira tersebut langsung disampaikan Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Liana Penny, Senin (30/8/2021).

“Alhamdulillah, Kabupaten Banjar sudah dapat izin untuk kembali menggelar PTM terbatas. Saat ini, sekitar 869 sekolah terdiri dari PAUD, SD, SMP, yang sudah melengkapi syarat sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri kembali menggelar PTM,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Jadi, lanjut pejabat definitif Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan SMP Disdik ini, terkait sejumlah sekolah yang masih belum melaksanakan PTM terbatas permasalahannya masih sama. Yakni belum melengkapi syarat sesuai SKB 4 Menteri, diantaranya; maksimal jumlah siswa. Untuk PAUD, maksimalnya 5 orang siswa per kelas, SD dan SMP 15 orang per kelas atau sekitar 50%.

“Bagi orangtua siswa yang masih keberatan anaknya untuk mengikuti gelaran PTM terbatas, masih diperbolehkan untuk melaksanakan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Jadi, sama sekali tidak ada paksaan, karena sekolah wajib memberikan opsi bagi orangtua siswa, dan sama sekali tidak diskriminasi bagi siswa yang memilih BDR,” ucapnya.

Liana Penny mengingatkan, di tengah pandemi Covid-19, kegaiatan PTM terbatas harus tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes), dan harus benar-benar dijalankan. Mengingat, beberapa pekan yang lalu, sempat terdata guru-guru terpapar Covid-19.

“Tapi, saat ini sudah tidak ada lagi yang terpapar. Untuk guru yang mengikuti program vaksin pun kini sudah hampir 90% menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar. Sedangkan sekitar 10% guru yang belum mengikuti program vaksinasi, dikarenakan berbagai factor. Yakni alasan kesehatan atau komorbid, serta ada juga yang memang belum mau divaksin,” katanya.

BACA JUGA :
Disdik Banjar Wacanakan Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Untuk itu, Liana Penny mengimbau, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih sebagai tenaga pendidik yang tidak ada halangan karena faktor kesehatan, harus memberikan contoh kepada masyarakat dengan mengikuti program vaksinasi.

“Terlebih, masih gratis. Kalau memang mereka tidak mau divaksin, terpaksa tidak kita perkenankan untuk mengajar,” katanya.
Di tempat berbeda, Iriani, salah satu orangtua siswa, mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan PTM terbatas yang kembali digelar.

“Alhamdulillah, saya merasa bahagia dan senang karena anak saya yang duduk di bangku kelas I B SDN Pesayangan 02 sudah dapat kembali bersekolah,” ungkapnya.(zai/klik)