Perhitungan Apresial Dinilai Tak Sesuai, Pemilik Lahan untuk Jembatan HKSN Enggan Dibebaskan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Pengerjaan lanjutan pemasangan tiang pancang Jembatan HKSN masih terkendala tiga persil bangunan rumah di Jalan Kuin Selatan, RT 05/RW02, Kuin Cerucuk, yang belum dibebaskan.

Lahan itu belum dibebaskan, karena pemilik rumah tersebut belum sepakat dengan harga yang ditawarkan tim apresial.

Arif, salah satu pemilik rumah, mengatakan menolak harga apresial, karena merasa nominal yang ditawarkan tidak sesuai.

“Rumah saya strategis di pinggir jalan dan dijadikan tempat usaha jualan. Sementara lahan rumah yang ada di samping saya lebih kecil dan tidak sebagai tempat usaha, tapi dihargai lebih tinggi,” ujarnya, saat diwawancarai wartawan, Rabu (22/9/2021).

Arif berharap, harga yang ditetapkan apresial sesuai keinginannya. “Rumah saya dinilai sekitar Rp500 juta, kalau bisa lebih tinggi. Paling tidak harga ganti rugi bisa untuk membeli lahan rumah yang ada di pinggir jalan, sebagai tempat usaha,” katanya.

Arif menyatakan, mendukung pembangunan jembatan yang dilakukan pemerintah. “Saya tidak ingin menghalangi-halangi. Jika ganti rugi yang diberikan sesuai,” sebutnya.

Begitu juga Jamilah, yang menolak dengan harga yang ditetapkan apresial. Rumah dan bedakan miliknya yang ada di tepi jalan masing-masing dihargai Rp800 juta dan Rp460 juta. Sementara, rumah di sebelahnya yang luasnya lebih kecil diberikan harga lebih tinggi.

“Padahal rumah bedakan saya pernah dirawar orang Rp600 juta, tapi perhitungan apresial malah Rp460 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M Isnaini, menjadwalkan memanggil pihak Dinas Perkim dan Tim Apresial, untuk menggelar rapat dengar pendapat menyelesaikan persoalan pembahasan lahan tersebut.

“Rencananya besok semua pihak, termasuk warga yang menolak rumahnya dibebaskan, kita panggil. Agar proses pembebasan lahan ada titik temu,” sebutnya.(sin/klik)