Terdampak Perbaikan Jalan, PDAM: Layanan Air Bersih Tidak Terganggu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Terdampak proyek pengerjaan pemeliharaan berkala ruas Jalan Menteri 4, Kecamatan Martapura, PDAM Intan Banjar pastikan layanan air bersih kepada pelanggan tidak akan terganggu.

Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, melalui Kasubag Humas PDAM Intan Banjar, Hikmatullah, mengatakan, pengerjaan proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Menteri 4 hingga pertigaan Jalan Batuah  dekat Pasar Sejumput Karangan Putih tersebut, sebelumnya memang sudah dikoordinasikan.

“Jadi, teman-teman dari Bagian Perbaikan Kebocoran Trandis PDAM Intan Banjar sebelumnya sudah saling berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, ataupun dengan pihak kontraktor yang melakukan kegiatan,” ujarnya kepada klikkalimantan.com, Jum’at (15/10/2021).

Kasubag Humas PDAM Intan Banjar yang akrab disapa A’at ini menjelaskan, kalau memang ada utilitas, ada titik perpipaan milik PDAM Intan Banjar yang terdampak pengerjaan, maka instansi terkait atau pihak kontraktor akan segera mengkoordinasikannya.

“Sehingga, tim teknis pun dapat dengan segera mengalihkan sementara atau permanen jaringan perpipaan tersebut, agar tidak menggangu proses pengerjaan, dan layanan air bersih kepada pelanggan pun tidak terganggu,” ucapnya.

A’at pun memastikan, kalau memang nantinya keberadaan pipa milik PDAM Intan Banjar akan terdampak pengerjaan dan harus dialihkan, pihaknya akan tetap berupaya agar layanan air bersih PDAM Intan Banjar tetap berjalan lancar.

“Jadi, pada pemindahan jalur nantinya, Tim Teknis akan menganalisanya terlebih dulu. Sehingga tekanan air yang sampai ke pelanggan tetap lancar,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas PUPR Kabupaten Banjar, kini sedang melakukan pekerjaan proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Menteri 4, Kecamatan Martapura, dengan panjang 1.737 meter. Dimulai dari Stasiun (STA) 0 (Turunan Jembatan Sungai Paring) menuju STA 1.142, yakni berupa penanganan aspal yang rusak.

Kemudian, di ruas Jalan Menteri 4, dari sesudah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, hingga pertigaan Jalan Batuah, dengan pajang kurang lebih 595 meter, yang sudah mulai dikerjakan sejak 14 Oktober 2021 kemarin.(zai/klik)