Ibadah Haji Umroh Menunggu Kepastian Arab Saudi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, BANJARBARU- Kementerian Agama memastikan jemaah umrah bisa kembali berangkat setelah otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) membuka pintu bagi WNI. Terhitung sejak 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju Arab Saudi.

Kendati demikian, H Khairuddin, Pimpinan Cabang PT Noor Cahaya Mulia Banjarbaru, yang berkecimpung diusaha travel haji umroh ini mengatakan itu masih wacana, karena belum ada kepastian dari pihak Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan umroh.

“Kami sudah rapat dengan pihak kementerian agama, imigrasi dan pengelolaan bandara Syamsudin Noor. Memang pihak Arab Saudi sudah membuka bandara, namun untuk regulasi kapan akan dilaksanakannya ibadah umroh ini belum pasti,” jelas Khairuddin kepada Klikkalimantan.com, Kamis (2/12/2021).

Ia menjelaskan pihaknya belum bisa memberangkatkan para jamaah, karena masih menunggu kepastian dari pihak Arab Saudi. Seperti kepastian batasan usia yang boleh diberangkatkan, kemudian menganai vaksinasinasi.

“Yang membingungkan itu jamaah yang menggunakan vaksin sinovac, sinopham dan belum di booster harus mengikuti karantina baik itu di Arab Saudi maupun setelah kembali. Sedangkan untuk vaksin selain yang dua itu, bisa langsung berangkat, nah itu yang membuat kami bingung. Sehingga kami menunggu kepastian dulu baru bisa memberangkatkan,” ungkapnya.

Tambahnya, pihaknya pernah memberangkatkan jamaah pada awal tahun kemarin, namun setelah penerbangan ditutup. Masih ada 38 jamaah yang belum diberangkatkan, dari sisa kloter awal tahun kemarin.

“Alhamdulillahnya jamaah yang tersisa tidak menarik kembali uangnya, sehingga kami bisa memberangkatkan. Namun, tetap biayanya akan kami hitung kembali, karena saat masih normal dan sesudah ada covid ini berbeda. Saat ini biaya keberangkat sekitar 38 Jutaan,” tambahnya.

Ia juga berharap semoga pandemi cepat berlalu, sehingga ekonomi bisa bangkit. Karena usaha travel sangat terdampak dari adanya pandemi ini, banyak karyawan yang dipecat dan banyak usaha yang mati suri. (kus/klik)