Dinas PUPRP Segera Perbaiki Jembatan Pingaran

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Klikkalimantan.com, MARTAPURA – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, segera melakukan perbaikan Jembatan Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, yang ambruk pada Sabtu (15/1/2022) pagi.

Rencana ini diungkapkan Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly, saat meninjau ke lokasi jembatan yang menjadi akses penghubung RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir.

Turut dalam peninjauan tersebut Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Jennita Adistya Putri, dan Ahmad Solhan selaku Kepala Badan Penanggulangan Benacan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.

“Kami sudah melakukan penilaian terhadap kondisi jembatan yang menjadi akses penghubung RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir. Hasilnya, jembatan sudah tidak layak lagi untuk dilewati pejalan kaki. Jadi kami langsung memasang garis polisi dan rambu bahwa warga dilarang melintasi jembatan tersebut,” katanya, Sabtu (15/1/2022) siang.

Berdasarkan asismen pihaknya tersebutlah, lanjut pejabat definitif Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Banjar ini, pihaknya akan segera melakukan pembongkaran konstruksi jembatan kayu ulin yang lebih dikenal warga sekitar dengan sebutan ‘Jembatan Pulau’ yang ambruk tersebut.

“Besok akan kami lakukan pembongkaran, dan kemungkinan akses warga untuk menyeberang bertambah jauh, karena harus memutar ke Jalan Ahmad Yani menuju jembatan bailey di Desa Pingaran. Karena itu kami akan mengupayakan agar bangunan jembatan sepajang 70 Meter yang rusak cepat diganti dengan konstruksi bangunan jembatan yang lebih layak dan aman,” ujarnya.

Dikatakan Riza Dauly, dengan bentang jembatan sekitar 70 meter tersebut, berdasarkan cost planning pihaknya, kemungkinan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp5 Miliar hingga Rp6 Miliar.

“Kami akan berupaya mencari sumber biaya lain. Entah menggunakan dana kedaruratan, APBD murni Kabupaten Banjar, ataupun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), agar permasalahan ini dapat ditangani dengan cepat. Karena, bagaimana pun pemerintah harus bekerja cepat dan sesuai administrasinya. Hari ini kita sudah menyiapkan timnya, dan akan melakukan rekayasa lapangan, karena lokasi sulit diakses kendaraan roda empat.

BACA JUGA :
Hujan, Permukaan Air Meninggi di Kabupaten Banjar

Akibat ambruknya jembatan tersebut, warga RT07 dan RT07 Desa Pingaran Ilir yang berjumlah sekitar 140 Kepala Keluarga (KK) yang ingin menyeberang ke RT03 terpaksa harus mencari akses jalan lainnya. Yakni memutar ke Jalan Ahmad Yani menuju jembatan bailey di Desa Pingaran Ilir sejauh 3 kilometer. Atau menggunakan sampan kecil untuk menyeberang sungai.

Kendati instansi terkait telah memasang garis polisi dan rambu-rambu peringatan, namun masih ada saja warga di RT06 dan RT07 yang nekat menyeberang menggunakan jembatan tersebut, tak terkecuali anak yang ingin ke kekolah di RT03 Desa Pingaran Ilir.(zai/klik)