Dinas PUPRP Segera Perbaiki Jembatan Desa Kaliukan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kerap didera bencana banjir, tak terkecuali pada bencana banjir yang terjadi awal 2022 lalu, kondisi jembatan di RT03 Desa Kaliukan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, kini sangat membahayakan untuk dilalui kendaraan roda dua maupun lebih.

Dari pantauan klikkalimantan.com di lokasi, kondisi sisi kiri-kanan jembatan yang berada di ruas jalan kabupaten, Kecamatan Astambul, amblas dan menciptakan lubang menganga selebar 50 Cm dengan panjang 2 M. Lubang di salah satu sisinya berdiameter lebih kecil, serta dikhawatirkan akan bertambah parah apabila dilintasi kendaraan bermuatan lebih.

“Kerusakan jembatan ini terjadi sejak bencana banjir yang awal tahun kemarin. Bagian dasar jembatan berongga lantaran tergerus derasnya arus air. Saat didera bencana banjir, jalan di Desa Kaliukan terendam air setinggi 50 Cm, akibat kondisi badan dan sebagainya, maka pondasi badan jalan mengalami kerusakan,” ujar Hakim, warga RT03 Desa Kaliukan, Selasa (12/4/2022).

Mewakili warga setempat, Hakim berharap agar pemerintah setempat segera melakukan perbaikan kondisi jembatan dan ruas jalan kabupaten di Desa Keliukan tersebut.

“Kalau sampai jembatan ini putus, maka kami yang ingin keluar Desa Kaliukan yang tadinya hanya menempuh jarak sekitar 2 Km menuju Jalan Ahmad Yani, terpaksa harus memutar arah lebih jauh, yakni melintasi Jalan Desa Pematang Hambawang menuju Desa Pasar Jati, atau melalui ruas jalan di Desa Kalampayan,” ujarnya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait perihal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly, melalui Jennita Adistya Putri selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, memastikan kondisi jembatan rusak yang berada di ruas jalan kabupaten di Desa Kaliukan sudah dimasukkan dalam perencanaan perbaikan.

“Baru selesai proses perencanaannya, tapi masih terkait jembatan. Sedangkan untuk perbaikan jalan masih belum,” ujarnya.

Jennita Adistya Putri menjelaskan, besaran anggaran yang digunakan kurang lebih Rp300 Juta, dan harus melalui proses pengadaan secara tender terlebih dulu.

“Karena pagu anggaran di atas Rp200 Juta. Insya Allah akan dikerjakan tahun ini. Kami akan memasang rambu peringatan dan garis polisi di lokasi jembatan rusak tersebut, agar tidak menimbulkan korban jiwa akibat terperosok di lubang jembatan,” ucapnya.

Jennita Adistya Putri mengimbau kepada pengguna kendaraan bermotor yang melintasi ruas jalan tersebut, untuk selalu berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.(zai/klik)

BACA JUGA :
Ada Pemotongan Dana KIP di SDN Tatah Pemangkih Darat? Kepala Disdik Membantah