Jadi Ibukota Provinsi, Kementerian PUPR Mulai Penataan Sanitasi di Kota Banjarbaru

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalkmantan.com, BANJARBARU – Ditetapkan sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan menggantikan Kota Banjarmasin, penataan wilayah Kota Banjarbaru oleh pemerintah pusat mulai dilakukan. Satu di antaranya sanitasi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) RI.

Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) salah satu yang mulai dilakukan, ditandai dengan dilaksanakannya kick off metting imolementasu stategei sanitasi kota (SSK), Kamis (14/4/2022) di Ruang Rapat Bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Banjarbaru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, H Said Abdullah yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru telah menata kawasan bantaran Sungai Kemuning. Ini merupakan capaian besar karena sebelumnya kawasan bataran Sungai Kemuning merupakan kawasan kurang tertata dengan sanitasi buruk.

“Kedepan Pemko Banjarbaru akan menata lagi tempat-tempat kumuh, sungai-sungai dan guntung-guntung sehingga dapat mencegah banjir,” tegasnya

Sekda menambahkan, selain melakukan penataan kawasan, diharapkan juga dilakukan pengawasan dan penertiban terhadap kawasan yang telah ditata sehingga kawasan tersebut dapat terjaga dengan baik dan tidak kembali menimbulkan kesemrawutan.

Menurutnya, kawasan yang kumuh akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak atau kondisi stunting. Dengan melakukan penataan kawasan yang salah satunya dengan pengelolaan sistem sanitasi yang baik maka secara tidak langsung akan mencegah kondisi stunting pada anak-anak di Kota Banjarbaru yang merupakan generasi penerus bangsa.

Dengan adanya PPSP dari Kementerian PUPR ini, kata Sekda Said Abdullah, Pemko Banjarbaru akan terbantu dalam mengelola sistem sanitasi permukiman terutama kawasan kumuh di Kota Banjarbaru.

“Program ini juga diharapkan dapat membantu dalam menanggulangi masalah sanitasi dampak dari perpindahan IKP Kalimantan Selatan yang pastinya permukiman di Kota Banjarbaru akan terus bertambah yang akhirnya akan memunculkan limbah rumah tangga,” katanya. (to/klik)

BACA JUGA :
Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika, Walikota: ‘War On Drug’ Bermakna Keprihatinan