Dua ASN di DPRD Dipanggil Polres Banjar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Banjar kembali panggil beberapa orang saksi, terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua DPRD Kabupaten Banjar, M Rofiqi, yang di-scan tanpa izin.

Setelah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang saksi dari kalangan anggota DPRD Kabupaten Banjar, kali ini Satreskrim Polres Banjar memanggil dua orang saksi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DPRD Kabupaten Banjar.

“Hari ini kami melakukan pemanggilan terhadap dua orang saksi dari kalangan ASN. Untuk sementara masih berproses pemeriksaan,” ujar Iptu Fransiskus Manaan selaku Kepala Satuan Reskrim Polres Banjar, Kamis (12/5/2022).

Mengingat proses pemeriksaan yang mulai sekitar pukul 10.00 Wita belum selesai, Iptu Fransiskus Manaan masih belum bisa memberikan keterangan lebih banyak.

“Sekarang mungkin lagi istirahat, karena jam makan siang. Sehingga untuk hasil pemeriksaan hari ini masih belum ada yang bisa kami sampaikan,” ucapnya.

Kendati demikian, Iptu Fransiskus Manaan memastikan pengusutan kasus dugaan pemalsuan tandatangan Ketua DPRD Kabupaten Banjar tersebut akan terus berlanjut.

“Prosesnya tetap berlanjut. Seperti apa hasilnya setelah penyelidikan kami maksimal, nanti akan kami sampaikan lagi ke media. Sebelumnya pun kami sudah memeriksa saksi korban dan saksi yang diajukan korban. Jadi kurang lebih 5 orang yang sudah kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, akibat tanda tangan Ketua DPRD Kabupaten Banjar di-scan tanpa izin, gelaran Rapat Paripurna pada 27 April 2022 lalu, dengan tiga agenda kegiatan, terjadi perubahan jadwal, hingga berujung ricuh.

Tak terima tandatangan dirinya dipalsukan, Ketua DPRD, M Rofiqi, didampingi sejumlah anggota dewan, serta kuasa hukumnya, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banjar untuk mengungkapkan siapa dalang di belakang pemalsuan tandatangannya tersebut.(zai/klik)

 

BACA JUGA :
Melihat Eksistensi Pengolahan Jaring dan Lalaan di Desa Pingaran (2)