Perumda PBB Apresiasi Kehadiran QRIS di CBS Martapura

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
QRIS salah satu solusi untuk membangkitkan geliat perekonomian pedagang di pertokoan CBS yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Perusahaan Umum Daerah Pasar Bauntung Batuah (Perumda PBB) Kabupaten Banjar mengapresiasi kehadiran Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dilaunching Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur – Habib Idrus Al Habsyie, bersama pihak Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Rabu (25/5/2022).

Sebab, dengan kehadiran QRIS sebagai sistem pembayaran non tunai di Pertokoan CBS, dirasa Direktur Perumda PBB Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, sebagai salah satu solusi untuk membangkitkan geliat perekonomian pedagang di pertokoan CBS yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Pasar CBS merupakan pasar unggulan yang menjual berbagai macam aksesoris, hingga aneka ragam batu mulia yang kerap dibeli pengunjung atau wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah, untuk dijadikan sebuah cinderamata,” ujarnya.

Akibatnya pandemi Covid-19, lanjut Rusdiansyah, dari total 308 unit tempat usaha di CBS yang ditempati pedagang, tercatat sekitar 100 unit terpaksa ditutup.

“Jadi, hanya tersisa 208 unit toko milik pedagang di pertokoan CBS yang masih beroperasi hingga saat ini. Sisanya, aktivitas mereka terkendala modal akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Dengan dilaunching-nya sistem pembayaran non tunai yang mengusung tagline ‘Pasar SIAP (Sehat Inovatif Aman Pakai) QRIS’, Rusdiansyah berharap dengan program tersebut pihak perbankan dapat membantu sejumlah pedagang yang terpuruk usahanya akibat pandemi Covid-19.

“Sehingga pedagang pun dapat kembali melanjutkan usahanya. Karena QRIS memberikan kemudahan, kecepatan, akurat, dan aman. Terlebih, program ini juga sangat menguntungkan pedagang. Sebab, pedagang tak perlu lagi khawatir menerima uang palsu dari pembeli, karena menerapkan sistem pembayaran non tunai. Serta tak perlu lagi menyiapkan uang kembalian,” ujarnya.

BACA JUGA :
Bupati Ambil Sumpah Janji Pengangkatan Ratusan CPNS Jadi PNS

Karena itu, Rusdiansyah memastikan Perumda PBB  akan terus melakukan kerjasama berkesinambungan dengan pihak terkait lainnya. “Target, tahun 2025 semua layanan di kawasan Pasar Tradisional Kabupaten Banjar mudah-mudahan dapat menerapkan sistem pembayaran digitalisasi tersebut,” pungkasnya.(zai/klik)