Proyek Penataan Kawasan Sekumpul Dikritik, Balai: Sudah Sesuai Perencanaan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan proyek revitalisasi Penataan Kawasan Sekumpul Tahap I senilai Rp32,12 Miliar sudah sesuai perencanaan.


Perihal tersebut langsung diungkapkan Noor Dewi Sari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Permukiman Wilayah Kalsel kepada sejumlah awak media, Rabu (8/6/2022).
“Selaku pelaksana, Balai sudah mengerjakan sesuai dengan perencanaan yang disampaikan pemerintah pusat, RAB, dan apa yang sudah tertuang dalam kontrak. Dari estetika pun kami menilai sudah sesuai dengan perencanaan Penataan Kawasan Sekumpul,” ujarnya.
Kendati demikian, PPK Kawasan Permukiman Wilayah Kalsel yang kerap disapa Bu Dewi ini mengakui setelah masa pekerjaan selesai, dan memasuki tahap pemeliharaan, ada didapati beberapa kerusakan. Utamanya di pedestrian jalan.
“Namun tidak semua di pedestrian jalan mengalami kerusakan, hanya ada di beberapa spot saja. Kami selaku pihak pelaksana masih melakukan perbaikan,” katanya.
Apakah bahan yang digunakan pada pedestarian jalan sudah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi, seperti pemasangan paving block yang bergelombang, tidak simetris, tanpa disemen, hingga mengalami keretakan, serta tactile paving sebagai ubin penuntun tunanetra berbahan karet yang kini banyak terlepas dan hilang?
Dewi menegaskan, pengerjaan dan bahan sudah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasinya.
“Pemasangan paving block sudah sesuai dengan perencanaan. Yakni menggunakan paving block K400, dengan metode pengerjaan menaruh batu apu sebelum meletakan paving block tanpa disemen. Begitu pula untuk pemasangan tactile paving, berbahan karet rubber,” ucapnya.
Kerena aktivitas warga di kiri kanan Jalan Sekumpul cukup tinggi, lanjut Dewi, terlebih di kiri kanan jalan Sekumpul banyak kios-kios, perkantoran, rumah sakit, dan lain sebagainya, sehingga mengakibatkan paving block yang sudah terpasang mengalami kerusakan. Hingga membuat tactile paving terlepas.
“Seperti pedestarian jalan di depan kios, Alfamart, Indomaret, dan Rumah Sakit. Akibat dilindas kendaraan bermotor, khusunya yang melebihi tonase, paving block jadi rusak. Begitu pun untuk tactile paving juga terlepas. Padahal pedestarian jalan tersebut diperuntukkan pejalan kaki,” katanya.
Terlebih, papar Dewi lebih jauh, dalam perencanaannya, untuk pedestarian jalan sudah dibuatkan beberapa pola atau titik, agar tidak dilewati kendaraan bertonase lebih.
“Adanya permasalahan ini menjadi masukan kita bersama untuk perencanaan kedepannya. Terlebih, kita hampir 7 kali sudah melakukan perbaikan, dan kami bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus melakukan diskusi untuk mencari metode lainnya dalam menanggulangi permasalahan ini. Agar tidak terjadi kerusakan lagi, sampai serah terima tahap pertama nantinya,” bebernya.
Salah satunya upayanya, mungkin Pemkab Banjar akan lebih mengedukasi warga lagi agar tidak memarkir kendaraannya di atas pedestarian jalan.
“Kami dari Balai, dan kontraktor, berkomitmen bertanggung jawab atas kerusakan ini. Karena itu kami tidak akan tinggal diam, dan selalu melakukan rapat, hingga terjun ke lapangan untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya.
Perlu diketahui, pengerjaan segmen I Penataan Kawasan Sekumpul berakhir pada 31 Desember 2021 lalu, dan dilakukan penambahan waktu pengerjaan hingga 31 Maret 2022. Namun, dapat diselesaikan pada 20 Maret 2022 lalu.(zai/klik)

BACA JUGA :
Raperda RPJMD Kabupaten Banjar 2021-2026 Disetujui