Jalan Bergelombang dan Kelebihan Muatan Jadi Faktor Lakalantas

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
satu unit mobil Gran Max pickup yang datang dari arah Banjarmasin menuju Hulu Sungai mengalami kecelakaan lalulintas di ruas Jalan Ahmad Yani Km48,

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pada 15 Juni 2022 lalu, sekitar pukul 18.30 Wita, satu unit mobil Gran Max pickup yang datang dari arah Banjarmasin menuju Hulu Sungai mengalami kecelakaan lalulintas di ruas Jalan Ahmad Yani Km48, Kecamatan Astambul yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Padang Astambul.

Diduga, kecelakaan tersebut terjadi akibat mobil pickup yang membawa kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) dengan nomor polisi DA 8607 DC yang dikemudikan Muhammad Ahyad Salehin mengalami over load atau kelebihan muatan, hingga akhirnya mobil oleng ke kanan dari arah Banjarmasin dan menabrak dump truk yang terparkir di bahu ruas jalan.

Atas insiden tersebut, sopir pun mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kiri, akibat terjepit kabin mobil. Sehingga proses evakuasi yang dilakukan tim relawan emergency PSC, EBR, PMI, Basarnas dibantu aparat kepolisian, baru dapat diselesaikan pada pukul 20.30 Wita, dan korban langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Kapasitas mobil pickup itu kan di bawah 2 ton. Sedangkan muatan yang ada lebih dari 4 ton. Ditambah kondisi ruas jalan di sana yang bergelombang, dan minim penerangan, membuat mobil kehilangan keseimbangan, dan sopir pun tak mampu mengendalikannya. Hingga akhirnya oleng dan menabrak truk dump yang terparkir,” ujar Iptu H Tatak Kusdaryono selaku Kepala Unit (Kanit) Laka Satlantas Polres Banjar pada, Jum’at (17/6/2022).

Faktor serupa pun, dikatakan Iptu H Tatak, kemungkinan juga terjadi pada insiden kecelakaan tunggal sebelumnya. Yakni 1 unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi DA 1497 TFA dari arah Hulu Sungai menuju Banjarmasin, yang oleng hingga menabrak pagar pembatas jembatan, dan tercebur ke dalam rawa pada 14 Juni 2022 lalu. Tak jauh dari insiden mobil pickup yang menabrak truk dump.

BACA JUGA :
Raperda RTRW Ditarget Rampung Akhir Tahun

“Kemungkinan faktornya sama, ditambah dengan kecepatan tinggi. Untuk saat ini kami masih belum mengetahui identitas sopir, ataupun berapa jumlah penumpangnya. Karena saat dilakukan evakuasi mobil dalam keadaan kosong,” ucapnya.

Kendati demikian, papar Iptu H Tatak, pihak pemilik mobil mengatakan siap untuk bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas negara karena insiden tersebut.

“Saya tidak tahu namanya. Kemungkinan sanak saudaranya. Tapi, yang jelas mereka mau bertanggung jawab atas kerusakan tersebut, terlebih tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini,” pungkasnya.(zai/klik)