Bupati Tanam Perdana Sawit Program PSR di Cintapuri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
SAWIT - Penanaman perdana bibit sawit program PSR di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Rabu (3/8/2022). (foto:kominfo/klik)

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur bersama wakil, Habib Idrus Al Habsyie melakukan tanam perdana kelapa sawit Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Rabu (3/8/2022) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Cintapuri Darussalam.

Disampaikan Bupati Saidi Mansyur, PSR merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit dengan menjaga luasan lahan. Ini bertujuan agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, lanjutnya, juga sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam menjaga keberlangsungan pendapatan petani sawit dimasa depan “Dan menjaga kontinuitas sawit sebagai komoditas strategis yang penting bagi perekonomian daerah dan nasional,” kata Bupati Saidi.

Dijelaskannya, program PSR di Kabupaten Banjar saat ini sudah berjalan tiga tahun dengan areal seluas 466,45 hektare. Terdiri atas 2 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yaitu Gapoktan Ngudi Rahayu seluas 172,45 hektare dan Gapoktan Maju Bersama seluas 104,5 hektare, serta 1 (satu) koperasi yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) Ikhlas Membangun seluas 189 hektare.

Bupati Saidi juga menyebut pada 2022 ini, Kementerian Pertanian menargetkan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebanyak 20 ribu pekebun di 16 provinsi termasuk Kalimantan Selatan. “Alhamdulillah Kabupaten Banjar tahun 2022 ini bisa menerbitkan sebanyak 208 STDB dari target 200 STDB yang akan kita serahkan secara simbolis pada hari ini,” imbuhnya.

Ia berharap produktifitas sawit semakin meningkat dan membawa kesejahteraan bagi para pekebun sawit di Kabupaten Banjar. Karena industri kelapa sawit mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dengan memproduksi lebih dari 146 jenis produk hilir yaitu produk pangan, produk industri dan juga menjadi produk energi. Dengan demikian dapat dikatakan sawit merupakan komoditas yang selalu diperlukan baik oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia. (to/klik)

BACA JUGA :
Dianugerahi Kalpataru, Ini Rekam Jejak KH Zarkasyi Hasbi pada Pembinaan Lingkungan