5.004 Burung Dilepasliarkan di Tahura Sultan Adam Mandiangin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
PELEPASLIARAN-Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, Ahmad Bagiawan, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, David Muhammad, dan pejabat lainnya saat melakukan pelepasliaran secara simbolis berbagai spesies burung hasil sitaan di Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.(adpim/klik)

klikkalimantan.com, MARTAPURA-Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, Ahmad Bagiawan menghadiri press release dan pelepasliaran burung hasil sitaan operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (10/7/24).

Saat acara pelepasliaran berbagai jenis burung hasil operasi pemberantasan peredaran ilegal satwa liar yang digelar oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum LHK) Wilayah Kalimantan itu, turut hadir Kepala Balai Gakkum LHK, David Muhammad, Balai Konservasi SDA Kalsel, Perwakilan Forkopimda Kalsel, Kepala Kantor Hukum dan Ham Kalsel, Kadis Kehutanan Kalsel, dan Kepala UPTD Tahura Sultan Adam.

“Saat operasi itu, pihaknya berhasil menangkap para pelaku dan menyita sebanyak 5.004 ekor burung dari 10 spesies yang berbeda,” ujar Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, David Muhammad.

Di Kalsel, kata David, terdapat 183 spesies burung, yang 43 spesie di antaranya merupakan hewan yang dilindungi. Oleh karena itu, pelepasliaran ini dilakukan karena satwa liar seharusnya hidup di habitat alaminya, bukan sebagai binatang peliharaan. Langkah ini juga penting untuk mencegah penularan penyakit dari satwa ke manusia dan menghindari ancaman kepunahan populasi satwa akibat pembunuhan dan perdagangan ilegal.

“Acara ini merupakan bukti nyata dari komitmen kita bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, terutama di Kalsel,” tambah Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, Ahmad Bagiawan.

Sebagai salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, lanjut Bagiawan, melindungi hutan dan satwa liar menjadi sangat penting. Apalagi, Tahura Sultan Adam memiliki karakteristik yang sesuai dengan habitat alami berbagai jenis burung tersebut.

“Tahura Sultan Adam memiliki kawasan hutan yang luas dengan pepohonan yang rindang dan sumber air yang melimpah dan itu sangat cocok untuk melepasliarkan berbagai jenis burung hasil sitaan tersebut,” imbuh Bagiawan.(pr/klik)

BACA JUGA :
Pemkab Banjar Terima Sertifikasi Hak Pakai Barang Milik Negara

Berita Terbaru

Scroll to Top