Krisis Air Bersih Dampak Ikan Mati Massal, Warga Terpaksa Gali Sumur Dadakan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com – Krisis air bersih dialami warga puluhan desa di sepanjang bantaran Sungai Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Krisis air bersih terjadi akibat tercemarnya air sungai dampak kematian massal ikan milik pebudidaya di Kecamatan Karang Intan sejak sepekan lalu.

Jutaan bangkai ikan yang terlarut, membuat air sungai yang selama ini digunakan warga untuk berbagai keperluan sehari-hari ini berwarna pekat dengan bau menyengat.

Tak hanya di sejumlah desa di Kecamatan Karang Intan, dampak kematian ikan juga dirasakan warga bantaran sungai di Kecamatan Astambul, di antantaranya Desa Pingaran Ulu, Pingaran Ilir. Di Kecamatan Martapura, air tercemar dampak kematian ikan dirasakan warga di Desa Tambak Baru Ulu dan Ilir.

Untuk mendapatkan air layak pakai, setidaknya untuk mandi dan mencuci, sebagian warga menggali sumur dadakan di sepanjang tak jauh dari bantaran sungai. Seperti yang dilakukan Zainuddin bersama sejumlah warga di RT 8, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul.

“Tidak berani mandi dan mencuci di sungai sejak air berbau karena ikan-ikan yang mati. Untuk mendi dan mencuci terpaksa kami menggali lubang untuk mendapatkan air,” kata Zainuddin, Senin (21/10/2019).

Air dari hasil menggali lubang, ujar Zainuddin juga digunakan untuk konsumsi. Karena meski ada bantuan air bersih dari pihak pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banyak warga tak kebagian lantaran air tak cukup banyak dibanding warga yang memerlukan air.

“Sehari sekali satu mobil tangki. Kadang dua kali jadi banyak warga yang tidak kebagian,” ujar Zainuddin. (to/klik)

BACA JUGA :
Ada Wahana Permainan Anak di Agrowisata Kampung Bi'ih