Bertahan di Lubang Pendulangan

Mendulang intan, menjadi pekerjaan temurun yang dilakoni mayoritas warga Kelurahan Cempaka dan Pumpung di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Sebelum berdiri sendiri sebagai Kota Madya, Kecamatan Cempaka masuk dalam wilayah Kabupaten Banjar yang memang terkenal sebagai sentra penghasil intan sejak era kolonial.

Intan Trisakti yang paling menggemparkan dan monumental, juga ditemukan sejumlah pendulang di Kawasan pendulangan Pumpung era 1960-an. Presiden pertama RI, Ir Soekarno yang menamainya. Penemuan Intan Trsaksi juga diabadikan dengan dibangunya Tugu Trisaksi di Kawasan pendulangan ini.

Seiring waktu, pola penambangan intan berubah. Dari yang semula dilakukan dengan menggali lubang hingga kedalaman tertentu, berganti dengan menggunakan mesin penyedot air (dumping). Kendati cara yang digunakan saat ini, lebih berisiko terjadinya kecelakaan kerja lantaran tebing yang disemprot air menggunakan dumping rawan ambrol.

Terbukti, saban tahunnya ada saja kabar sejumlah pendulang intan meninggal di lubang-lubang pendulangan lanataran tertimbun tanah. Meski begitu, warga tetap enggan meninggal area pendulangan untuk berganti ke pekerjaan lain. Mereka tetap bertahan dengan pekerjaannya sebagai pendulang. (rudiyanto)

BACA JUGA :  Lubang Bekas Tambang Intan di Cempaka Meminta ‘Tumbal’