Setahun Lebih Menjabat Plt Dirut PD Pasar, Rusdiansyah Akhirnya Dilantik

    KLIKKALIMANTAN.COM – Menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLt) Direktur Utama PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) sejak Agustus 2017, serta mengikuti rangkaian seleksi terbuka jabatan, Rusdiansyah akhirnya definitif menduduki kursi jabatan tertinggi di perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

    Bupati Banjar H Khalilurrahman melantik Rusdiansyah dalam seremoni pengambilan sumpah jabatan, Rabu (24/10/2018) di Gedung Mahligai Sultan Adam, Martapura.

    Menurut bupati yang akrab dengan sapaan Guru Khalil ini, pelantikan hal wajar untuk kemajuan dan peningkatan kinerja perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, sebagai sebuah badan usaha milik daerah, PD PBB harus dapat memacu kinerja agar terus dapat berkontribusi pada pendapatan asli daerah. Diingatkan bupati pula, PD PBB masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, diantaranya; penertiban dsn penataan pedagang kaki lima (PKL), dan mengoperasionalkan kios dan tokon yang masih kosong.

    Menata kembali Pasar Martapura agar lebih representatif dan nyaman dikunjungi, utamanya bagi yang datang dari luar daerah.
    “Perbaiki performa, tunjukkan kemampuan berinovasi dan kerjakan ide-ide kreatif dalam memajukan perusahaan. Saya yakin dan percaya. Direktur yang baru dilantik adalah orang yang berpengalaman dan bisa mengelola seluruh pasar-pasar di Kabupaten Banjar,” kata bupati berpesan.

    Rusdiansyah usai dilantik mengatakan, sesuai arahan bupati, penataan dan pengelolaan pasar menjadi langkah awal yang akan direalisasikan. “Inovasi dan pemanfaatan kios dan toko juga akkan dimaksimalkan,” ujarnya.

    Tentang target, Rusdiansyah mengatakan akan melaksanakan dan mengevaluasi di seratus hari pertama masa tugasnya sebagai Dirut PD PBB.

    “Dari beberapa yang sudah dilakukan dalam seratus hari, akan dievaluasi dan diambil langkah selanjutnya bersama badan pengawas,” kata Rusdiansyah. (to/klik)

    BACA JUGA :  Keramba dan Jala Apung di Sungai Riam Kanan, Antara Ladang Pangan dan Pencemaran