klikkalimantan.com – Banjir yang merendam Desa Murung Kenanga, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menelan korban. Dua warga di RT 06; Rasyidi (65) dan anak perempuannya, Ainussyifa (30) meninggal dunia akibat tersetrum listrik di dalam rumahnya yang terendam banjir hingga lantai rumah, Senin (10/2/2020).

Atas peristiwa duka itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan santunan kepada keluarga korban. Bupati Banjar H Khalilurrahman mewakili Baznas menyerahkan santunan, Selasa (11/2/2020).

Disampaikan bupati bantuan ini merupakan bentuk keprihatinan dan belasungkawa kepada keluarga yang dapat musibah.

“Atas musibah ini, saya turut berdukacita dan prihatin. Semoga tidak lagi terjadi hal serupa,” ucap Guru Khalil sapaan akrab Bupati Banjar tersebut.

Ia mengimbau kepada warga supaya berhati-hati saat banjir. Jangan sampai ada yang tenggelam, apalagi banyak rumah yang dekat sungai. Terlebih dengan listrik.

“Harus hati-hati. Jaga keluarga masing-masing, warga yang rumahnya kebanjiran untuk segera menonaktifkan KWH listrik, agar tidak terjadi hal hal yang tak diinginkan,dan selama ini, Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkoordinasi dengan berbagi pihak dalam penanggulangan Banjir,” tutur Bupati Banjar.

Sementara Camat Martapura Kota Anto Setyawan yang hadir mendampingi bupati menjelaskan, di Martapura Kota yang terdampak banjir ada 7 desa dan 1 kelurahan.

“Seperti sini Murung Kenanga, Tunggul Irang, Jawa Laut ini yang terparah. Malam tadi Dinas Sosial sudah ada menyalurkan bantuan makanan berupa mie dan lainnya. Memang itu yang standarnya,” jelas Camat Martapura Kota. (to/klik)