Hari Ketiga PSBB Kabupaten Banjar, Petugas Posko Cek Point Kewalahan

klikkalimantan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial akan lebih perketat penjagaan arus pintu keluar masuk ke Kabupaten Banjar.

Upaya tersebut, dikatakan Dandim 1006 Martapura, Letnan Kolonel (Letkol) Armed Siswo Budiarto sekaligus Koordinator Satuan Tugas (Satgas), dilakukan demi memudahkan petugas dalam memetakan mana-mana saja masyarakat yang terpapar dan tidak terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). Mengingat, arus masuk ke Kabupaten Banjar seperti air bah.

“Mungkin perlu komunikasi yang optimal agar daerah tetangga pun bisa selektif. Jangan sampai dibebaskan warga dibebaskan untuk kegiatan yang kurang penting,” ujar Siswo Budiarto digelaran video konferensi pers di Command Center Barokah, Martapura, Senin (18/5/2020).

Tak hanya itu, masih banyaknya warga tetangga yang masuk ke Kebupaten Banjar diakui Siswo Budiarto, membuat Satgas Posko PSBB Penanganan Covid-19 di Kilometer 7 dan Sungai Tabuk agak kewalahan.

“Karena kedua wilayah melakukan PSBB, sebaiknya arus keluar masuk harus selektif. Tak terkecuali jalan-jalan tikus baik di kecamatan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru harus lebih optimal,” harapnya.

Dikatakan Siswo Budiarto, sejauh ini warga sudah 80 persen mengenakan masker saat beraktivitas. Namun, kegiatan berjualan diharapkan hanya sampai pukul 21.00 dan pukul 21 wita malam sebagaimana peraturan Bupati Kabupaten Banjar selama penerapan PSBB.

Ditempat yang sama, Kepala Dinkes (Kadinkes) sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (Jubir GTPP Covid-19) Kabupaten Banjar, dr Diaduddin menambahkan, selama penerapan PSBB angka terkonfirmasi covid-19 meningkat.

“Wajar saja kalau terjadi peningkatan, karena rapid test dan swab dilakukan secara masif. Target kami agar dapat dipetakan siapa-siapa saja yang terpapar atau tidak terpapar covid-19, selanjutnya dipisahkan agar tidak terjadi penularan kepada yang masih sehat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dituding Tak Transparan oleh Bakal Calon Kades Tak Lulus Tes Tertulis, Ini Tanggapan Syahrialuddin

Selanjutnya, berdasarkan data pada GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar, lanjut dr Diaduddin, sudah dilakukan rapid test sebanyak 721 orang, dan reaktif ada 119 orang. “Dalam waktu dekat ada tambahan lagi 3.000 rapid test akan dipakai untuk ODP, dan orang risiko tinggi,” pungkasnya.(zai/klik)