Nyekar, Budaya yang Terpelihara

Berkah Bagi Para Penjual Kembang

klikkalimantan.com, MARTAPURA -Budaya nyekar atau berziarah ke kubur sudah menjadi budaya swbag besar masyarakat muslim di Indonesia. Utamanya menjelang bulan-bulan suci umat Islam. Tak terkecuali di puncak hari besar seperti Nisfu Sa’ban, Idul Fitri dan Idul Adha.

Di Kota Martapura yang juga dikenal tanah para wali, kegiatan nyekar sudah menjadi tradisi masyarakat. Di komplek komplek perkuburan selalu dipadati masyarakat.

“Di hari hari besar seperti hari raya, ziarah ke kubur menjadi agenda wajib keluarga besar. Yang jelas di hari ini anggota keluarga seluruhnya berkumpul,” ungkat Fatma kepada klikkalimantan.com, Jum’at (31/7/2020)

Disinggung soal pandemi, Fatma yang terlihat menggunakan masker hanya enteng menyebutkan jika dirinya dan keluarga tidak merasa khawatir.
“Waspada saja. Terpenting tetap menaati peraturan pemerintah, pakai masker dan jaga jarak,” katanya.

Sementara itu dari pantauan, di kawasan pekuburan Muhibin Martapura Kota, tampak ratusan orang memadati komplek perkeburan tersebut. Mereka berkelompok di petak-petak makam keluarga masing masing. Lafaz Surat Yassin hingga tahlil mengalun merdu terdengar.

Di sisi lain, maraknya kegiatan nyekar menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bunga segar.
“Alhamdulillah, walau musim korona namu n dagangan kami lumayan banyak lakunya dibanding hari biasa,” ujar Acil Iti yang mengaku harga kembang juga turut naik. (yan/klik)

BACA JUGA :  Ketua TP PKK Banjar Bagikan Kurma dan Masker Sembari Sosialisasi