HSS–Batola via Sei Puting Belum Sepenuhnya Nyaman

(Foto : Net/Klik)

Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Sejak diresmikan pada 11 Nopember 2019 lalu, jalan alternatif yang menghubungkan tiga kabupaten, yakni Batola-Tapin-HSS (Hulu Sungai Selatan) kian ramai dilalui pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Meski ramai, jalan altenatif tersebut belum sepenuhnya nyaman untuk dilalui pengendara, terutama jalan yang menghubungkan Kecamatan Candi Laras Utara Margasari, menuju Kecamatan Kalumpang, Kandangan.

Jalan sepanjang Jalan Margasari ke Kecamatan Kalumpang masih banyak yang rusak dan aspalnya terkelupas. Tak hanya itu, beberapa jembatan pun masih menggunakan jembatan kayu ulin.

Jalan yang terparah di wilayah Desa Sungai Kandang, Sungai Tabirai, dan Masta, di Kecamatan Kalumpang. Dua desa tersebut berbatasan langsung dengan Desa Haur Kuning Margasari.

Tak ayal, melewati jalan tersebut harus berhati-hati dan tidak bisa memacu kendaraan dengan cepat. Selain sempit, juga banyak jalan yang rusak.

Selain itu, akses jalan yang belum sepenuhnya terbuka, terkadang membuat para pengendara yang kali pertama melintas menjadi ragu. Sebab, sampai saat ini belum terpasang rambu penunjuk arah. Namun, tidak masalah bagi mereka yang sudah pernah melewati jalan tersebut.

Fakhrurazi misalnya. Warga Sungai Gampa Marabahan ini mengatakan, jika ingin ke Kandangan tidak lagi harus ke Banjarmasin dulu. Tapi langsung lewat jalan Sungai Puting,  maka akan menghemat waktu sekitar satu jam.

“Semenjak adanya jalan alternatif Sungai Puting, kami tidak harus ke Banjarmasin dulu. Waktu tempuh pun hanya dua jam sudah sampai ke Kandangan,” ucap Fakhrurazi.

Meski demikian, Fakhrurazi menyayangkan belum ada perbaikan jalan yang lebih baik untuk menopang akses alternatif tersebut. Khususnya di daerah Desa Sungai Kandang, Masta, hingga Sungai Tabirai di Kecamatan Kalumpang.

BACA JUGA :  27.749 Hektare Hutan Mangrove Kalsel Kritis

“Jalan rusak mulai di Desa Karang Paci sampai Desa Masta. Jika diperbaiki, pasti akan lebih banyak pengendara yang lewat. Mudah-mudahan, Pemerintah Kabupaten HSS bisa memperbaikinya,” harapnya.

Sekadar diketahui, Jembatan Sei Puting merupakan jembatan yang terletak di Jalan Nasional Marabahan–Margasari, Kalimantan Selatan (Kalsel). Jembatan ini merupakan proyek yang dibangun dengan dana Perjanjian Kerja Sama (PKS)/Corporate Social Responsibility (CSR) dengan PT Antang Gunung Meratus untuk perlintasan kapal angkut batubara.

Biaya pembangunannya sebesar Rp 66,5 miliar, dengan masa pelaksanaan 540 hari sejak kontrak 18 April 2018. Dikutip dari Antara, jembatan Sei Puting ini memiliki panjang 300 meter dengan bentang panjang rangka baja 60 meter dan tinggi 6 meter dari permukaan air sungai.

Diketahui, pembangunan jembatan ini akan menghubungkan Kabupaten Tapin dengan Kabupaten Barito Kuala. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pun turut terhubung.(sin/klik)