PD Pasar Targetkan PAD Rp11,1 Miliar, Ini Permintaan Dewan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Koimisi II DPRD Kabupaten Banjar bersama PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) membahas rancangan PAD PD PBB sebesar Rp11,1 Miliar. (foto: zai/klik)

KLIKKALIMANTAN.COM – Mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus evaluasi sejumlah rencana kerja instansi tak terkecuali perusahaan daerah (PD). PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) salah satunya.

Diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Banjar, Kamaruzzaman usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama PD PBB dengan agenda membahasan rencana kerja 2019 di ruang Komisi II DPRD Banjar, Senin (7/1/2018).

“Hampir setiap bulan kita mengadakan rapat guna mengetahui dan menggali potensi yang mampu meningkatkan PAD daerah, serta kendala yang dihadapi, salah satunya dengan PD PBB,” ujarnya.

Jauh sebelumnya papar Kamruzzaman, hal tersebut juga telah dibahas dibeberapa rapat Badan Anggran (Banggar). Sehingga pada rapat rencana kerja di 2019 hari ini, pihak PD PBB akan menyampaikan konsep rancangan pendapatan yang ditargetkan hingga Rp11,1 Miliar.

“Ternyata, masih belum lengkap. Dan hingga saat ini masih kita lakukan kajian dan meminta kepada PD PBB untuk kembali merincikan satu-persatu konsep rancangan pedapatan sebesar Rp11,1 Miliar tersebut. Dari mana dan untuk apa saja? Baik, untuk sewa toko maupun lahan parkir, yang nantinya juga akan dilakukan uji petik,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PD PBB, Rusdiansyah mengatakan, terkait saran dan masukan dari Komisi II DPRD Banjar tentang rencana kerja 2019, baik penata kelolaan pasar agar menjadi percontohan pasar lain, dirinya mengaku telah melakukan. Salah satunya di Pasar Kayutangi sudah terkomoditi, dengan cara tidak menyatukan pedagang sembako dengan pedagang pakaian jadi.

“Begitupun dengan Pasar Kuliner yang baru kita bangun nantinya, kita berharap akan menjadi pasar sentra kuliner yang syariah, benar-benar bersih dan para konsumen yang berbelanja merasa nyaman,” katanya.

Dan, Rusdi pun menjelaskan, dengan penata kelolaan pasar tersebut, dianggap menjadi salah satu cara untuk meningkatkan capaian target pendapatan di 2019 sekitar Rp11,1 Miliar, dengan begitu PD PBB tetap dapat memberikan kontibusinya untuk menyumbang PAD yang ditargetkan sekitar Rp600 Juta lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp500 juta.

BACA JUGA :
Deteksi Dini Orang Tenggelam dan Kecelakaan Air, Matnor Ali Sepakat jika Sungai Diawasi CCTV

“Semua itu kita lakukan untuk meningkatkan target pendapatan PD PBB hingga Rp11,1 Miliar, sehingga mampu meningkatkan kontibusi untuk menyumbang PAD sebesar Rp600 Juta. Dan tentunya ini tidak bisa terwujud tanpa dukungan dan peran serta semua pihak, terutama pedagang,” tutupny.(zai/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top