Aliansi Kamisan sebut Kantor Gubernur Kehilangan Marwah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ALIANSI KAMISAN
Unjuk Rasa: Aliansi Kamisan Kalsel menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalsel. (ft: klik/wahyu)

Klikkalimantan.com, BANJARBARU – Aksi motor cross di Kantor Gubernur Kalsel beberapa waktu lalu, bentut aksi demontrasi. Aliansi Kamisan Kalimantan Selatan menyebut aksi motor cross itu menghilangkan marwah.

Massa aksi yang tergabung dalam, Aliansi Kamisan Kalimantan Selatan (Kalsel) sambangi Kantor Gubernur Kalsel, Kamis (1/12/2022). Aksi ini, menyampaikan bentuk kekecewaan masyarakat dengan adanya, aksi motor cross beberapa waktu lalu di Kantor Gubernur.

Rizky Nugroho, Koordinator Aksi mengatakan dalam orasinya bahwa Kantor Gubernur saat ini sudah kehilangan marwahnya. Karena, aksi motor cross yang dengan leluasanya beratraksi ria masuk Kantor Gubernur.

“Kami sangat mengecam aksi trek-trekan dari atlet motor cross kemarin. Tidak peduli apapun alasannya. Atau argumennya kami menganggap itu tindakan yang sangat irasional, jelas menghilangkan marwah Kantor Gubernur,” jelas Rizky, Kepada Klikkalimantan.com, Kamis (1/12/2022).

Ia pun menjelaskan, bahwasanya kantor tersebut seharusnya digunakan, dan didedikasikan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat. Bukan, untuk tindakan-tindakan tidak perlu seperti itu.

“Selain menyoroti hal tersebut kami juga, mempertanyakan pr-pr Pemerintah Daerah serta kinerja. Ini merupakan buntut dari aksi, beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Dalam aksi Kamisan ini, pihaknya tidak berharap banyak mengenai tanggapan dari Pemerintah Daerah sendiri. Karena, dalam aksi ini Ia menyambut pihaknya hanya menyampaikan maksud dan tujuan.

“Kami memang tidak menuntut siapapun untuk datang, baik itu Pemerintah Daerahnya sendiri. Karena kan, Kamisan ini masanya lebih sedikit dibandingkan aksi-aksi yang lain, jadi kami tidak berharap banyak,” tutupnya.

Diketahui dalam aksi tersebut, Aliansi Kamisan juga menyampaikan duka mendalam untuk para korban gempa Cianjur, Jawa Barat. (kus/klik)

BACA JUGA :
Aksi Tolak Omnibuslaw Berlanjut, Gubernur Kalsel Dituntut Ambil Sikap