Begini Cara Mengamankan Data dan Informasi Agar Tidak Bobol

Amankan data dan informasi anda jika tidak ingin dibobol orang tak bertanggung jawab Foto: net/klik

KLIKKALIMANTAN, Data dan informasi sangat krusial bagi sebuah instansi, terlebih lagi bagi instansi pemerintahan. Karena itu, pengamanan data dan informasi penting, bahkan mutlak dilakukan.

Mengingat pentingnya data dan informasi itu, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi bertajuk ‘Penyelenggaraan Persandian untuk Pengamanan Informasi pada Pemerintah Daerah’ di Aula Kantor Badan Kepegawaian daerah dan Peningkatan Sumber daya Manusia (BKDPSDM), Rabu pekan lalu.

Menurut Farid Soufian, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, pengamanan informasi dan data pemerintah harus dilakukan agar tidak disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab.

“Data di instansi pemerintah tidak sembarang orang boleh meminta, mesti lapor dan izin dahulu ke Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik,” ujar Farid didampingi Kabid Statistik dan Persandian, Ahmad Yunani.

Untukitu kedepannya, akan diadakan bimbingan teknis bagi petugas pengamanan informasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun ia meminta, mereka yang ikut dalam bimbingan teknis benar-benar memahami teknologi informasi (IT).

Fahrudin Noor, Kabid Infratruktur dan Persandian Dinas Kominfo Provinsi yang didapu menjadi narasumber pada kegiatan tersebut memaparkan, banyak cara pengamanan data dan surat-surat penting milik pemerintah. Di antaranya menggunakan, digital signature, e-mail protection, document protection, SSL server maupun SSL client.

Sementara itu menurut, Koes Wiyatmoko mengatakan, perkembangan pengamanan data dan informasi sangat pesat, begitu pula dengan para peretas. Karena itu diperlukan pengamanan informasi berlapis agar tak mudah diretas.

Menurut ahli IT pada Dinas Kominfo Kabupaten Banjar ini, pengamanan bisa dengan menggunakan cara stegano atau penyisipan data. “Data yang disampaikan, disispkan pada sebuah foto misalnya. Sepintas dilihat memang sebuah foto, namun sebenarnya di sana disisipkan sebuah data atau informasi,” ujar Wiyatmoko.

BACA JUGA :  Syaiful Anwar Kembali Pimpin PDAM Intan Banjar

Cara lain, lanjutnya, adalah cryptography atau teknik mengubah atau mengacak data informasi. Ketika data disadap pihak lain, maka data tersebut akan muncul secara acak. (to/klik)