Belum Dua Bulan, 73 Titik Api, 170 Hektare Lahan Terbakar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
MEMADAMKAN - Seorang warga sedang memadamkan api yang membakar kebun karet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar menggunakan semprotan belum lama tadi. (foto: to/klik)

klikkkalimantan.com – Musim kemarau yang melanda sejak Juli lalu telah berdampak terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sejumlah di wilayah Kabupaten Banjar.

HM Irwan Kumar, Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar usai menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-69 Kabupaten Banjar Kamis (22/8/2019) menyebutkan, kurun Juli – Agustus, 170 hektare hutan dan lahan di Kabupaten Banjar terbakar. Wilayah Kecamatan Martapura, Martapura Barat, dan Sungai Tabuk terbanyak terjadi karhutla. Selebihnya karhutla teratasi.

Kurun waktu itu pula, kata Irwan, terpantau sebanyak 73 titik api (hot spot).”Berbagai faktor, cuaca, maupun manusia yang disengaja atau pun tidak,” ujarnya.

Bersama jajaran Kodim 1006/Martapura, polres hingga polsek Irwan mengaku terus berkoordinasi melakukan upaya pencegahan, melalui sosialisasi dan pemadaman api jika terjadi karhutla.

Karena dampak kabut asap akibat karhutla begitu fatal, tidak hanya aktivitas transportasi tapi juga berdampak pada kesehatan, Irwan berharap seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga agar tak terjadi karhutla. Terlebih lagi musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September. (zai/to/klik)

BACA JUGA :
PBBM dan PRB, Cara BPBD Banjar Tanggulangi Dini Risiko Becana

Berita Terbaru

Scroll to Top