Debutan Minim Pengalaman, Anak Ketua Partai Jadi Ketua Dewan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
MUDA - Fadliansyah (kiri) terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru di usianya yang muda, 25 tahun. (foto: to/klik)

klikkkalimantan.com – Mendapat kursi terbanyak, enam kursi dengan perolehan 20.147 suara pada pemilihan legislatif (pileg) 17 April lalu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berhak atas kursi Ketua DPRD Kota Banjarbaru periode 2019 – 2024. Kursi yang saat ini masih diduduki H AR Iwansyah sampai Oktober nanti.

Syamsuri sebagai peraih suara terbanyak di partai berlambang kepala garuda emas, diajukan DPC Gerindra Kota Banjarbaru sebagai kandidat ketua. Di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Banjarbaru, Syamsuri mendapat 1.903 suara.

Neni Hendryawaty, juga masuk daftar kandidat ketua dewan yang diusulkan ke DPP Partai Gerindra di Jakarta. Peluang Neni menjadi ketua cukup besar, karena di struktur kepengurusan DPC Gerindra Banjarbaru, ia menjabat sekretaris. Dan lagi, Neni di urutan kedua perolehan suara terbanyak setelah Syamsuri dengan mengantongi 1.808 suara.

Namun nyatanya, tidak Syamsuri, tidak pula Neni, yang terpilih menjadi ketua dewan lima tahun kedepan justru Fadliansyah. Penunjukan Fadil, sapaan akrab Fadliansyah yang tak lain adalah putra Syahriani Sahran, Ketua DPC Gerindra Banjarbaru sesuai SK DPP Partai Gerindra, 27 Agustus 2019 yang ditandatangani Ketua Umum, Prabowo Subianto.

“Yang diusulkan menjadi ketua dewan Pak Syamsuri dan Bu Neni. Tapi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menunjuk Fadil,” kata Syahriani Sahran di hadapan sejumlah awak media, Jumat kemarin.

Sebagai ketua partai sekaligus orangtua, Syahriani mengaku senang dan bangga Fadil terpilih menjadi ketua dewan. Kendati diakuinya, di usia yang baru genap 25 tahun pada 29 Agustus 2019, Fadil merupakan debutan dan minim pengalaman politik.

Meski begitu, pria yang juga pernah menjabat Sekda Kota Banjarbaru ini meyakini, penunjukan Fadil oleh DPP Gerindra lantaran memang memenuhi kriteria partai di antaranya loyalitas dan integritas.

BACA JUGA :
Mitigasi Potensi Sengketa Pemilu, Bawaslu Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi

“Sebagai orangtua tentu saya mengatahui sifat dan katakter Fadil di keseharian. Dan menurut saya Fadil memiliki itu. Begitu pun dengan latar belakang pendidikan Fadil yang S2, mungkin itu salah satu yang jadi pertimbangan DPP memilih Fadil,” kata Syariani.

Fadil sendiri mengaku siap menduduki kursi ketua dewan kendati sebagai seorang debutan, pengalaman berpolitiknya masih belum seberapa dibanding banyak anggota dewan lain yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia politik.

“Saya siap dan asik-asik saja. Hanya memang kepada para anggota dewan yang notabene senior, tentu saya harus lebih memperhatikan sikap dan perilaku,” kata Fadil yang saat pileg llalu bertarung di Dapil 4 Landasan Ulin dan berhasil mendapat 1.203 suara.

Dipilihnya Fadil sebagai ketua dewan bisa jadi pil pahit bagi kandidat lain yang sebelumnya diajukan; Neni Hendriyawaty dan Syamsuri.

“Saya terima saja, siapa saja yang ditunjuk sebagai ketua. Kalau bukan saya, berarti bukan rezeki saya,” kata Neni saat ditanya melalui telpon genggamnya.

Sementara Syamsuri masih belum ingin berkomentar terkait itu. “Nanti saja, saya masih di luar kota,” ujarnya dalam melalui pesan singkat. (to/klik).

Berita Terbaru

Scroll to Top