BNPB Akan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kabupaten Banjar, Rapat Persiapan Digelar Dua Hari

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Rapat persiapan jelang simulasi dilaksanakan BNPB RI di Kabupaten Banjar

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggelar simulasi penanggulangan bencana di Kabupaten Banjar. menyiapkan itu, dilaksanakan rapat perencanaan dan persiapan simulasi selama dua hari, 26 – 27 Maret 2024. Rapat dihadiri Wahyu Indriyadi dari Pusdiklat BPNP, Kepala BPBD Provinsi Kalsel R Suria Fadliansyah, Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar Warsita diwakili Sekretaris Ahmad Nursailah, Basarnas, TNI, dan Polri,  jajaran BPBD Kalsel dan Kabupaten Banjar serta institusi terkait lainnya

Ahmad Nursailah menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB dan BPBD Provinsi Kalsel, karena mempercayakan Kabupaten Banjar sebagai tempat pelaksanaan simulasi PB. Menurutnya, simulasi penanggulangan bencana bermanfaat sebagai edukasi bagaimana bila terjadi bencana, koordinasi kemana, stakeholder yang terlibat, sehingga tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.

“Pernah kami bingung kemana mengarahkan karena ada banyak relawan, dan bantuan logistik dari CSR perusahaan. Harapan, ke depan tidak lagi terjadi kebingungan kemana arahnya bantuan,” kata Nursilah.

R Suria, Kepala BPBD Provinsi Kalsel mengemukakan, Kalsel belum lama tadi mengalami musibah bencana banjir yang beriringan puting beliung, tanah longsor, ditambah masih tingginya curah hujan. Kalsel, sebutnya termasuk daerah rawan bencana, diantaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tahun lalu luar biasa penanganannya bersama TNI/Polri juga institusi terkait.

“Kita juga masih punya sesar aktif berpotensi terjadinya gempa yang baru saja terasa getarannya di Kalsel,” ucap Suria

Ia membeberkan mengenai persiapan penanggulangan bencana semisal banjir terdiri rencana kontigensi banjir, upaya pencegahan, sudah punya konsep atau belum, di mana saja daerah potensi bencana.

“Lalu, tanggap darurat bencana semua akan turun, kita berupaya mengurangi dampaknya, pasca bencana atau pemulihan. Jadi, ada lagi siklus kesiapsiagaan, pengorganisasian, fasilitas, stok logistik,” paparnya.

BACA JUGA :
Ketua Dekranasda Kukuhkan Kelompok Inklusif Pelaku Usaha Mikro Martapura Timur

Berikutnya, memperbanyak dilaksanakan pelatihan seperti simulasi untuk meningkatkan kemampuan SDM kemudian evaluasi.

Usai pembukaan rapat perencanaan, Wahyu Indriyadi dari Pusdiklat BPNP mengungkapkan, kegiatan simulasi PB merupakan rangkaian dari program utama simulasi di daerah prioritas nasional yang dilaksanakan pada sejumlah lokus daerah di tingkat provinsi.

“Masing masing provinsi di Indonesia bisa mengajukan lokus kegiatan simulasi PB. Provinsi Kalsel mengajukan Kabupaten Banjar sebagai lokus,” Wahyu. (to/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top