Petani Was-was, Tanaman Padi Terendam Selama Sepekan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Kondisi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Astambul

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Diguyur hujan selama sepekan, lahan pertanian di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur mulai terendam banjir. Jumat (7/6/2024).

Kondisi tersebut membuat para petani di wilayah Kecamatan Martapura Timur merasa was-was, seperti yang diungkapkan Udin salah satu petani di Desa Mekar.

“Kalau sampai sepuluh hari lamanya terendam, bibit padi yang baru ditanam ini akan mati (busuk). Sedangkan untuk stok ketersediaan bibit padi tersisa sedikit,” ujar Udin.

Petani Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur

Sebab, proses penanaman padi yang dilaksanakan Udin dilahan seluas 10 borongan (Satu borongan sama dengan 17X17 meter persegi) hampir selesai sehingga hanya menyisakan sedikit bibit padi untuk ditanam. “Sudah satu minggu tanaman padi saya terendam, jadi rasa merasa was-was,” akunya.

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita memastikan pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisir terhadap luasan lahan pertanian di Kabupaten Banjar yang telah terendam banjir akibat diguyur hujan selama sepekan.

“Sebenarnya kita sudah menerima beberapa laporan terkait lahan pertanian yang terendam banjir. Tapi, terkait luasan lahan pertanian yang terendam banjir masih kita inventarisir. Mudah-mudahan air segera surut, dan tanaman padi para petani tetap bagus dan tidak gagal panen,” katanya pada 5 Juni 2024 kemarin.

Di tengah kondisi cuaca saat ini, lanjut Warsita, tentunya ada lahan pertanian dibeberapa wilayah yang berpotensi terdampak bencana banjir, yakni lahan pertanian di wilayah Kecamatan Astambul, Martapura, Martapura Timur, dan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Martapura Barat.

“Tapi, menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca hujan akan berlangsung hingga Juli. Kemungkinan kita berada di musim kemarau basah,” jelasnya.

Karena kondisi cuaca tersebut, tambah Warsita yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, masih belum berpotensi menyebabkan bencana banjir.

BACA JUGA :
Sekretariat Dewan Gelar Bimtek untuk Pimpinan dan Anggota DPRD

“Bahkan dari informasi operator kecamatan, terkait ketinggian muka air Sungai Martapura masih dibatas normal, yakni ketinggian muka air dari darat masih berada batas 1,5 Meter.

“Begitu juga untuk volume waduk kita masih dibatas aman, yakni masih berada diangka 58.000 meter. Artinya elevasi air di waduk masih masuk kategori aman karena kurang dari 60.000 meter. Ditambah tidak semua lahan rawa di Kabupaten Banjar terendam banjir,” pungkasnya.(zai/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top