Pasar Galuh Cempaka, Antara Sekda Walikota dan Pilkada

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
PASAR - Pasar Galuh Cempaka di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang belum juga difungsikan.

klikkalimantan.com – Tak kunjung dioperasionalkannya Pasar Galuh Cempaka di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi salah satu isu santer di tengah khalayak Banjarbaru, terutama di kalangan birokrat dan ASN di lingkungan Balaikota.

Menjadi bola panas dan menggelinding liar, lantaran informasi terkait sengkarut permasalahan di tahap proses pembangunan minim ke tengah khalayak. Tak terkecuali melalui media massa lantaran pejabat pada dinas terkait pelit informasi dan sulit ditemui untuk dikonfirmasi.

Tak ingin terus ‘digoreng’, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru mengambil alih peran Kepala Dinas Perdagangan, berbicara di hadapan sejumlah awak media, Selasa (10/9/2019), ihwal penyebab belum dioperasionalkannya Pasar Galuh Cempaka hingga kini. (Baca: Pasar Galuh Cempaka, Simalakama Bersengkarut Masalah).

Tak sekadar ingin meluruskan kabar yang sudah terlanjur beredar, angkat bicaranya Sekda Said Abdullah terkait Pasar Galuh Cempaka, separuhnya berlatar belakang politis. Bukan tidak mungkin, jika terus menerus ‘digoreng’, pembangunan Pasar Galuh Cempaka menjadi senjata menjatuhkan reputasi, sekaligus batu sandungan di masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang.

Karena seperti diketahui, Said Abdullah sudah menyatakan diri akan pensiun dini dari jabatannya untuk dapat maju di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 sebagai calon bupati. Begitu pula Walikota Nadjmi Adhani, juga akan maju sebagai petahana di Pilkada Kota Banjarbaru tahun depan.

“Tentang Pasar Galuh ini merasa perlu menyampaikannya. Apalagi seperti diketahui bersama masanya  menjelang tahun poltik. Saya juga tidak ingin, permasalahan pasar ini nantinya menjadi kendala pencalaonan saya di kabupaten sebelah,” kata Said Abdullah smebari berselorok.

Begitu pun bagi Walikota Nadjmi Adhani, sengkarut pembangunan pasar Galuh Cempaka bisa jadi  serangan awal. Karena bagaimanapun juga, lima tahun menjabat akan dijadikan tolak ukur dan pembanding untuknya jika ingin memimpin lima tahun lagi.

BACA JUGA :
Pemko Diminta Siapkan Dana Penanganan Pasca Banjir

Sempat disampaikan Said Abdullah pula, walikota yang mendorong pembangunan pasar tetap dilanjutkan kendati pada waktu itu sempat gamang lantaran perkiraan waktu tak memungkinkan untuk menyelesaikan pembangunan pasar.

“Sempat maju mundur antara melanjutkan rencana pembangunan pasar atau mengembalikan anggaran ke pusat. Namun pak wali meminta agar pembangunan pasar tetap dilanjutkan,” ujar Said Abdullah. (to/klik)

 

Berita Terbaru

Scroll to Top