Diperbaiki dengan Anggaran Rp1,8 Miliar, Amblas Badan Jalan di Desa Jati Baru Tambah Parah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
AMBLAS - Badan jalan di Desa Jati Baru yang dalam tahap perbaikan dengan anggaran Rp1,8 Miliar namun kembali amblas, bahkan bertambah parah. (foto: to/klik)

klikkalimantan.com – Perbaikan dengan penyiringan beton ruas jalan di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan sejatinya menuju rampung. Proyek perbaikan dengan anggaran Rp1,8 Miliar ini tersisa penyelesaian (finishing), yakni pengurukan badan jalan yang sebelumnya amblas dan pemasangan besi penghalang di bagian atas siring beton sepanjang kurang lebih 80 meter.

Namun tak dinyana, amblas permukaan badan jalan justru kian parah. Berdasarkan pantauan klikkalimantan.com di lokasi, Rabu (16/10/2019) kedalaman amblas permukaan badan jalan dipastikan tak kurang dari dua meter.

Amblas permukaan badan jalan, juga berdampak pada munculnya retakan-retakan baru di atas aspal badan jalan yang semula dalam kondisi baik di sekitar titik pekerjaan proyek perbaikan yang dilaksanakan CV Taj’mila. “Terus bertambah dalam dan lebar,” kata Syafruddin, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Diceritakan Syafruddin, sebelumnya warga sangat senang proses perbaikan jalan segera rampung. Karena pada akhir pekan kemarin, pengurugan untuk meratakan bagian badan jalan yang sebelumnya amblas sudah dilakukan. “Tapi ternyata amlas lagi sejak tiga hari lalu. Bahkan tambah parah, tambah dalam, dan lebar,” katanya.

Kondisi tersebut menurut Syafruddin, memaksa warga lebih berhati-hati saat melintas di atasnya. Terlebih lagi jalan tersebut akses utama warga sejumlah desa, di antaranya, Desa Astambul Kota, Jati Baru, Pasar Jati, dan Pingaran Ulu.

Dikonfirmasi terkait itu, Solhan, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengaku sudah menerima laporan. “Saat ini masih dilakukan analisa untuk mengetahui pasti penyebab dan penanganan berikutnya pasca amblas,” kata Solhan.

Langkah awal yang mungkin akan dilakukan pasca analisa kondisi di lokasi, kata Solhan, akan dilakukan boring test untuk mengetahui tingkat kedalaman labilitas tanah hingga lapisan keras di titik amblas. Sebelumnya, uji sondir tanah untuk mengetahui tingkat kekerasan tanah hingga kedalaman tertu sudah dilakukan sebelum pemasangan tiang pancang siring beton.

BACA JUGA :
Sukseskan Gelaran MTQ Nasional, Dinkes Provinsi Kalsel Sebar 200 Tenaga Kesehatan

“Terbukti, siring beton yang dipasang tidak bergeser. Yang amblas hanya di bagian badan jalan,” kata Solhan seolah menguatkan ambas pada badan jalan terjadi bukan lantaran kesalahan konstruksi. (to/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top