Dewan akan Interogasi Instansi Terkait Matinya Ribuan Ikan di Karang Intan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

klikkalimantan.com – Komisi II DPRD Kabupaten Banjar akan memanggil sejumlah instansi terkait matinya ribuan ikan budidaya dalam keramba dan jala apung di tiga; Desa Sungai Alang, Sungai Asam, dan Awang Bangkal.

“Akan kami tindak lanjuti lebih detail nantinya untuk mendiskusikan langkah-langkah jangka pendek dan jangka pajang dalam menanggulangi masalah kematian ribuan ikan budidaya apung di Kecamatan Karang Intan,” ujar Mulkan Anggota Komisi II DPRD Banjar, Rabu (16/10/2019).

Menurut Mulkan, fenomena kematian ribuan ikan yang dibudidayakan masyarakat tidak saban tahunnya terjadi. Namun, apabila dilanda kemarau panjang hingga lebih 5 bulan lamanya, dipastikan akan berdampak matinya ribuan ikan yang dibudidayakan.

“Debit air kan selama kemarau dipastikan drastis turun, ditambah lamanya kemarau tidak sempat terprediksi secara akurat. Akibatnya pembudidaya pun tidak bisa menghitung secara teliti tekanan oksigen air,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Mulkan yang didampingi Riza Dauly, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, satu pekan terakhir PLTA PM Noor menerapkan sistem buka tutup pintu air yang dibuka selama 2 jam, kemudian ditutup kembali selama 1 jam untuk mengatur turbin.

“Akhirnya dengan kondisi jumlah ikan yang sama, sementara suplay air kurang sudah pasti ikan akan kekurangan oksigen sehingga berdampak pada matinya ribuan ikan. Kita kan tahu, Waduk Irigasi di Desa Mandikapau memiliki tiga fungsi yakni, mengairi irigasi, untuk bahan baku PDAM Intan Banjar, dan masuknya air limpasan ke sungai riam kanan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Mulkan yang merupakan politisi PPP Banjar, guna meminimalisir hingga menekan kejadian matinya ribuan ikan agar tidak terulang, pihaknya akan memanggil beberapa instansi terkait seperti, Dinas Perikanan Banjar, PUPR Provinsi sebagai pemegang aset, dan BMKG, serta instansi yang berkaitan langsung terhadap dampak kebijkan untuk kelangsungan budidaya ikan di Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :
Terapkan Sistem Lump Sum, Dewan Usulkan Kenaikan Anggaran Perjadin

“Ini yang akan kita sinergikan. Namun, yang pasti kita sudah respek langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perikanan Banjar. Sebagai warga masyarakat Kecamatan Karang Intan, saya memandang positif reaksi cepat Dinas Perikanan yang sudah turun langsung kelapangan, karena kami kemarin juga sempat berkomunikasi terkait matinya ribuan ikan budidaya di Kecamatan Karang Intan,” tutupnya.(zai/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top