Chairil Anwar, Sekretaris Panitia Penjaring Bakal Calon Kepala Daerah DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar.
0 Shares

klikkalimantan.com – Penjaringan bakal calon kepala daerah untuk pilkada 2020 pada DPD Partai Golkar Kabupaten bisa jadi paling nyeleneh dan aneh. Pertama, panitia penjaringan yang diketuai Kamaruzzaman ini sempat mematok ongkos pendaftaran. Rp10 juta untuk bakal calon bupati dan Rp5 juta untuk bakal calon wakil bupati. Meski akhirnya bak menjilat ludah sendiri, karena tak lama biaya pendaftaran ditiadakan.

Kedua, panitia penjaringan menambah jeda masa pendaftaran. Dari yang semula akan berakhir 15 Oktober, diperpanjang menjadi 22 Oktober. Perpanjangan masa penjaringan seolah memberi peluang seseorang yang memang sudah dipersiapkan.

Ketiga, penjaringan minim transparansi karena panitia tak ingin buka-bukaan menyampaikan semua nama yang telah melengkapi berkas pendaftaran. Karena diketahui, ada tiga orang yang datang untuk mengembalikan formulir pendaftaran di detik-detik akhir masa penjaringan pukul 00, Selasa (22/10/2019).

“Tiga orang bakal calon tersebut masih kami verifikasi, dan belum bisa menyebutkan namanya. Kalau berkas sudah dilengkapi akan kita sampaikan nama tiga nama tersebut,” kata Chairil Anwar, Sekretaris Panitia Penjaringan saat dikonfirmasi, Rabu (23/10/2019).

Menurut Chairil, panitia penjaringan memberi kesempatan terakhir kepada pendaftar, Kamis (24/10/2019) untuk perbaikan kelengkapan berkas sebelum semua berkas di kirim ke DPD Golkar Provinsi Kalsel. Namun tidak untuk pendaftar baru.

“Yang jelas, sejak pendaftaran ditutup pada 22 Oktober 2019, siapa pun yang datang akan kami tolak,” tegasnya.

Pernyataan yang semakin membuat panitia penjaringan tak konsisten. Karena dilontarkan Chairil sendiri, kemunculan nama bakal calon baru masih memungkinkan.

“Meski DPD Golkar Kabupaten Banjar sudah mengajukan ke provinisi, dan provinsi pun sudah mengajukan ke pusat, namun jika pusat menilai masih ada kader Golkar yang dinilai lebih potensial, dianggap layak berkompetisi, dan hasil survei tinggi namun belum terakomodir, maka kemunculan nama baru bisa saja terjadi,” bebernya.

BACA JUGA :  Stabilkan Harga Elpiji 3 Kg Bulan Maulid, Operasi Pasar Digelar di 9 Kecamatan

Dengan masuknya tiga nama bakal calon yang masih misteri itu, menambah jumlah pendaftar bakal calon bupati menjadi 8 orang. Karena sebelumnya 5 orang sudah lebih dulu mengembalikan formulir beserta berkas kelengkapan.

Kelimanya; Gusti Syahyar, H Saidi Mansyur, Andin Sofyanoor, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, dan Gusti Sulaiman Razak. Sedangkan untuk bakal calon wakil bupati, ada 4 orang yang datang untuk meminang Gokar. (zai/to/klik)

0 Shares
Advnativ