klikkalimantan.com – Debit air Waduk Riam Kanan di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terus bertambah. Tinggi permukaan air di waduk yang juga menjadi pusat produksi listrik pekan ini di angka 56.545 meter dari yang sebeluknya 56.520 meter.

Namun menurut Leo Khairunnisa, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, elevasi air di Waduk Riam Kanan masih masuk kategori aman.
“Kalau pun terjadi banjir, dan air sungai mulai meluap, itu hanya bersifat sementara. Terkecuali debit air waduk dan Sungai Martapura sudah penuh, ditambah sungai di Banjarmasin mulai pasang, maka dapat dipastikan beberapa desa, utamanya yang ada di bantaran sungai terendam banjir,” kata Leo ditemui klikkalimantan.com, Kamis (6/2/2020).

Salah satu upaya penanggulangan banjir, kata Leo, Telah dipasang alat pendeteksi banjir bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan di kawasan Kecamatan Aranio.

“Dengan alat pendeteksi ini kita dapat mengetahui apakah intensitas hujan yang tinggi tersebut berpotensi menyebabkan banjir,” ucapnya.

Upaya lain yang juga sudah dilakukan sejak jauh hari menanggulangi banjir, kata Leo lebih lanjut, membentuk tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur baik, dari Polri, TNI, serta organisasi lainya.

“Bahkan, untuk unit armada baik mobil, perahu karet, perahu lipat, dan perahu fiber jenis karet pun sudah kami siap siagakan guna mendukung kelancaran kegiatan penanggulangan becana apabila terjadi musibah banjir,” kata Leo. (zai/klik)

BACA JUGA :  Peralihan Musim, BPBD Banjar Gelar Rakor Antisipasi dan Mitigasi Bencana