Dituding Tak Transparan oleh Bakal Calon Kades Tak Lulus Tes Tertulis, Ini Tanggapan Syahrialuddin

klikkalimantan.com – Tak terima hasil seleksi tertulis bakal calon kepala desa (kades) karena dinilai tak transparan dan sarat unsur ‘permainan’, sejumlah bakal calon kades tak lulus tes dari 11 kecamatan di Kabupaten Banjar protes. Mereka mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Banjar, Senin (23/3/2020) untuk menyampaikan keluhan disertai dugaan tidak transparan panitia seleksi (pansel) yang dimotori Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Banjar.

Menanggapi tudingan itu Syahrialuddin mengatakan, bersama dengan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar sepakat pelaksanaan pilkades serentak jujur, transparan, dan tak memihak. Salah satu upayanya, dengan menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan pemeriksaan berkas lembar jawaban hasil tes bakal calon kepala desa.

“Dengan begitu, pelaksanaan pilkades ini tidak dapat direkayasa orang-orang berkepentingan dan tidak jujur. Pemeriksaan berkas jawaban dari hasil tes tertulis bakal calon desa pun disaksikan intel dari kepolisian, dan tim pansel,” kata Syahrialuddin.

Sedangkan terkait pemotongan berkas lembar jawaban yang dikeluhkan peserta tes, menurut Syahrial dilakukan secara simbolis di hadapan peserta sebelum dimasukkan ke dalam amplop.

“Semua lembar jawaban peserta yang dipotong tak akan tertukar, karena dua potongan lembar jawaban sudah dikasih nomor rahasia yang hanya diketahui oleh kami guna menghindari kecurangan. Jadi bagaimanpun, kalau ada peserta yang kerja sama dengan tim pansel agar lulus seleksi, sudah pasti tidak bisa,” tegasnya.

Sebagai bukti transparansi, Dinas PMD Kabupaten Banjar, sambung Syahrial selalu terbuka dan menerima masukan dan keluhan peserta bakal calon.
Syahrial bahkan mengaku siap memperlihatkan kunci jawaban dari soal tes. Namun, tidak dapat dipublikasikan sebelum pemeriksaan hasil tes pungkas.

“Terkait hasil uji tes yang dinilai peserta bocor sebelum pengumuman resmi. Itu terbilang wajar, karena ini bentuk transparan kita, dan kami tidak mau merugikan orang. Kami sebenarnya ingin proses ini cepat selesai, tapi karena hari ini masih banyak bakal calon yang datang untuk mengklarifikasi pengumuman mungkin tertunda,” pungkasnya. (zai/klik)

Advnativ