Kiram Digadang Jadi Kampung Hidroponik

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
KAMPONIK - Pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik olah TP PKK Kabupaten Banjar di Desa Kiram, Karang Intan yang digadang akan dijadikan kampung hidroponik (kamponik), Sabtu pekan kemarin. Foto: to/klik

KLIKKALIMANTAN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggadang rencana, menjadikan kawasan Desa Kiram, Karang Intan sebagai kampung hidroponik (kamponik) Mewujudkan rencana itu, TP PKK mengadakan pelatihan budidaya sayuran pola tanam hidroponik, Sabtu pekan lalu. Pesertanya anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati desa setempat.

Menggunakan anggaran dana desa, pelatihan yang merupakan program TP PKK Kabupaten Banjar ini diselenggarakan selama dua hari. Tujuannya, melatih anggota KWT menyediakan pangan yang sehat bagi keluarganya. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) dan Penyuluh Pertanian Lapangan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (PLL-WKPP) Desa Kiram mendukung penuh pelatihan ini. Ketua TP-PKK Banjar

Hj Raudathul Wardiyah berharap, hidroponik di Desa Kiram bisa berhasil seperti di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura yang telah lebih dahulu dikembangkan. Dijelaskan, pemanfaatan pekarangan melalui gerakan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (hatinya PKK) merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi serta sumber pendapatan keluarga yang terus digalakkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar.

“Kamponik ini salah satu bentuk implementasi program pokok PKK, di antaranya mengamalkan nilai-nilai gotong-royong, pendidikan keterampilan serta melestarikan lingkungan hidup untuk mewujudkan Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah,” ujar Raudathul Wardiyah.

Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar H Muhammad Fahcry mengatakan, pelatihan ini tidak hanya dalam bentuk materi ceramah, namun juga praktik langsung bagaimana cara menanam sayuran dengan hidroponik yang dibimbing oleh tenaga ahli dari Dinas TPH Banjar.

Fachry menejelaskan, seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi pertanian maka berkembang pula cara dan metode dalam bercocok tanam, sehingga perlu disampaikan ke masyarakat agar cara dan metode tersebut bisa diadopsi dan dipraktekan langsung di pekarangan atau teras rumah.

BACA JUGA :
Pemkab Banjar Dapat Rp15,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19

“Masyarkat diharapkan bisa memanfaatkan lahan yang sempit di sekitar pekarangan rumah, sehingga selain mempunyai nilai ekonomis dan bisa dijadikan sebagai wahana untuk mempercantik pekarangan,” ujarnya dibenarkan Sekretaris Desa Kiram sekaligus PPL di WKPP Desa Kiram, Saimin.

Fachry berharap warga dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah diberikan, selain untuk konsumsi sendiri, juga diharapkan hasil sayuran hidroponik bisa menjadi pemasukan tambahan bagi keluarga. (adv/klik)