klikkalimantan.com, MARTAPURA – Dikerjakan sejak 22 Juni 2026, proyek pemugaran tiga pilar Gerbang Sekumpul di Jalan A Yani KM 38,5 Martapura -dikenal juga Simpat Empat Lampu Merah Sekumpul- terlihat tanpa pekembangan progres pekerjaan yang signifikan. Padahal, proyek senilai Rp1,6 Miliar dikerjakan CV Bhumi Banua Barokah sudha harus rampung 19 November mendatang.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Iwan Junaidi menjelaskan, pihak penyedia masih menunggu material penutup dinding pilar berbahan galvanis tiba di lokasi pekerjaan.
“Karena itu, progresnya terkesan seperti tidak terlihat. Hal ini karena mayoritas pekerjaan memang lebih dominan pada pemasangan dinding di ketiga pilar. Alhamdulillah, materialnya sudah datang pada Minggu lalu dan bagian tengah salah satu dinding pilar sudah dilakukan pemasangan pada 25 September,” ujarnya saat ditemui, Senin (28/9/2026).
Dalam pengerjaannya, bentuk, warna, hingga tulisan kaligrafi di atas gerbang tetap dipertahankan seperti semula. Iwan Junaidi menyebutkan, dari target rencana pekerjaan sebesar 47,10 persen, realisasi telah mencapai 47,16 persen pada 24 September.
“Artinya deviasi plus. Persentase pekerjaan ini masih belum ditambah dengan dinding pelapis salah satu pilar yang sudah terpasang pada 25 September kemarin. Karena satu segmen dinding pilar warna abu-abu yang terpasang, persentasenya kurang lebih sekitar 6,17 persen. Begitu juga untuk satu segmen rangka pilar, persentasenya sekitar 6,17 persen jika sudah terpasang,” jelasnya.
Untuk mempercepat pengerjaan, papar Iwan Junaidi, Dinas PUPRP Banjar telah meminta kontraktor pelaksana melakukan percepatan. Sebab, hingga saat ini belum dilakukan lembur ataupun penambahan jumlah pekerja.
“Tapi kita masih melihat dahulu kondisi di lapangan. Jika percepatan dilakukan dengan cara lembur, otomatis harus memastikan penerangannya terlebih dahulu untuk keselamatan pekerja. Kalaupun menerapkan sistem shift, berarti harus menambah jumlah pekerjanya. Hal tersebutlah yang masih menjadi pertimbangan penyedia, efektif mana,” kat Iwan Junaidi. (zai/klik)































