klikkalimantan.com, MARTAPURA – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Banjar menurun drastis sepekan terakhir. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha pada Sabtu (31/10/2026) bahkan menyebut nihil hotspot.
Menurut Wasis, penurunan jumlah hotspot dipicu hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur hampir menyeluruh di wilayah Kabupaten Banjar sepekan terakhir. “Alhamdulillah, hujan yang turun cukup deras dan merata membantu memadamkan titik api. Berdasarkan hasil pemantauan cuaca, jumlah titik panas di Kabupaten Banjar hari ini juga sangat minim,” ujarnya.
Kendati demikian, Wasis menyebut, pihaknya tak mengendurkan kesiapsiagaan penanganan karhutla. Termasuk posko karhutla yang tetap disiahakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Pun dengan kesiapsiagaan petugas, lanjutnya, tetap bersiaga agar jika setiap saat ada laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. “Posko tetap bersiaga agar ketika terjadi kebakaran, petugas bisa segera bergerak melakukan penanganan,” kata Wasis.
Tentang kondisi karhutla di Kabupaten Banjar, Wasis mengatakan, karhutla telah terjadi di 147 desa di 19 kecamatan. Total luas lahan terbakar mencapai 6.700 hektare. Kecamatan Gambut menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terluas, yakni 1.906,72 hektare. Berikutnya Kecamatan Cintapuri Darussalam seluas 1.717,50 hektare, Martapura Barat 668,50 hektare, Beruntung Baru 563,50 hektare, serta Sungai Tabuk 505,33 hektare. (to/klik)















