klikkalimantan.com, MARTAPURA – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar per tanggal 29 Desember 2025, intensitas hujan tinggi menyebabkan 93 desa di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar terdampak banjir. Dari 6.289 unit rumah warga yang terdampak, banjir, 1.714 rumah dilaporkan terendam.
Dari total 21.535 jiwa yang terdampak bencana banjir, 1.166 jiwa terpaksa mengungsi, seperti yang terjadi di wilayah terparah, yakni di Kecamatan Karang Intan, Martapura, Martapura Timur dan Martapura Barat.
Atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana akan menaikan status kebencanaan banjir dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat, mengingat kondisi sejumlah sungai berada di level bahaya, diantaranya Sungai Martapura, Sungai Riam Kiwa, dan Sungai Riam Kanan yang masih berpotensi meluas serta meningkatnya kebutuhan penanganan di lapangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea mengatakan, peningkatan status diperlukan agar koordinasi penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat dan terpusat, termasuk dalam pembaharuan data wilayah terdampak.
“Melihat situasi di lapangan, kami berencana menaikkan status kebencanaan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat, sehingga koordinasi penanganan banjir bisa lebih mudah,” ujarnya pada Senin (29/12/2025) petang.
Meski terdapat penurunan debit air di wilayah hulu seperti di wilayah Kecamatan Pengaron, lanjut Yudi, kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan ancaman baru bagi daerah yang lebih rendah, khususnya Martapura dan sekitarnya.
“Apalagi curah hujan masih tinggi. Karena itu rencana kenaikan status kebencanaan tersebut telah dibahas bersama BPBD dan sejumlah perangkat daerah terkait. Selain faktor cuaca dan potensi banjir lanjutan, permintaan evakuasi warga ke lokasi pengungsian juga menjadi salah satu dasar pertimbangan utama, terlebih sudah ada warga yang meminta dievakuasi ke pengungsian,” katanya.
Saat ini, papar Yudi melanjutkan, Pemkab Banjar tengah menyiapkan prosedur hukum penetapan status Tanggap Darurat sembari menyusun data detail wilayah dan warga terdampak yang dihimpun dari aparat desa.
“Keputusan resmi mengenai kenaikan status tersebut direncanakan akan diumumkan langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur dalam waktu dekat,” bebernya.
Karena itu Pemkab Banjar saat ini tengah mulai memperkuat dukungan logistik bagi warga terdampak, salah satunya dengan menyiapkan posko khusus informasi penanganan banjir serta dapur umum di sejumlah titik.
“Hari ini kami kembali membuka dapur umum yang dijalankan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Kecamatan Martapura Barat. Sebelumnya juga sudah ada dapur umum di Martapura Timur,” kata Yudi.
Selain itu, dapur umum ketiga direncanakan akan didirikan di salah satu wilayah terdampak banjir di Desa Bincau, dan tiga dapur umum tambahan yang disiapkan secara bertahap di wilayah lainnya.
“Kami masih mencari lokasi yang paling tepat, supaya distribusi makanan dapat menjangkau seluruh warga terdampak. Pelan-pelan kita siapkan semuanya,” imbuhnya.
Atas nama Pemkab Banjar, Yudi juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada terhadap segala potensi bencana dampak cuaca ekstrem yang masih belum reda. “Kami harap warga mengikuti arahan petugas. Segera melapor apabila kondisi air terus meningkat,” pungkasnya.(zai/klik)





































