Dari Vietnam, Soun Datang ke Lok Baintan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

KLIKKALIMANTAN.COM – Pasar Terapung Lok Baintan, di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk entitas lokal yang tak dimiliki daerah lain. Kendati ada, hanya Pasar Terapung Lok Baintan yang masih asli sesuai tradisi dan kerarigan lokal masyarakat Banjar yang tak terpisahkan dengan tradisi batang batu.

Sebagai sebuah kearifan lokal berlatar belakang budaya dan tradisi masyarakat yang tak dimiliki daerah lain, Pasar Terapung Lok Baintan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda pada 2015.

Melestarikan tradisi tersebut, sekaligus sebagai promosi wisata daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menyelenggarakan ‘Festival Pasar Terapung Lok baintan 2018’, Minggu (2/12/2018).

Merangkai festival yang dilaksanakan di Demaga Bawah Jembatan, Desa Lok Baintan, diselenggarakan pula sejumlah kegiatan lain, diantaranya; lomba foto, tanglong jukung, dan pesona jukung hias.

Menjadi agenda tahunan yang tahun ini ketiga kalinya dilaksanakan, Festival Pasar Terapung dikunjungi banyak orang. Tak hanya dari wilayah Kabupaten Banjar, tapi juga dari lur daeerah, bahkan ada yang datang dari luar negeri.

Suon, wisatawan asal Vietnam salah satunya. Tak sendiri, ia datang ke Banjarmasin bersama tiga rekan senegaranya untuk mengekplor sejumlah  destinasi wisata di Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Lok Baintan salah satu tujuan utamanya.

Beruntung saat bersamaan, digelar Festival Pasar Terapung. Disampaikannya, awalnya ia dan tiga rekannya tidak mengetahui adanya festival. Nanum sehari sebelum pelaksanaan festival, Sabtu (1/12/2018), kebetulan ia dan tiga rekannya sedang melintas menggunakan perahu motor di dermaga bawah jembatan, tempat dilaksanakannya Festival Pasar Terapung 2018.

Saat itu, menurutnya, persiapan panitia di lokasi menarik perhatiannya untuk singgah dan menanyakan kegiatan yang akan dilaksanakan. “Ternyata persiapan Festival Pasar Terapung, dan kebetulan sekali. Karena itu hari ini pagi-pagi sekali saya kesini,” kata Soun dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA :
Bupati Serahkan Saprodi untuk Petani

Tak hanya itu, menggunakan perangkat kamare miliknya, Sound an tiga rekannya juga terdaftar sebagai peserta lomba foto. Baginya, aktifitas pedagang di Pasar Terapung eksotika luar biasanya yang mesti diabadikan melalui jepretan lensa kameranya. Tak semata untuk menang, tapi untu kenang-kenangan selama berada Kalimantan.

Soun menuturkan, di Negara asalnya, juga ada pasar terapung. Namun menurutnya, pasar terapung di Desa Lok Baintan berbeda. Perbedaan mencolok dengan pasar terapung yang ada di Vietnam, sampan yang digunakan para pedagang sudah menggunakan motor sebagai tenaga penggerak. Sedangkan di Lok Baintan, kata Soun, sampan yang digunakan pedagang benar-benar masih tradisional. (lipsus/zai/klik)