Pimpin Banjarbaru hingga 2024, Aditya – Wartono akan Jadikan Banjarbaru JUARA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru 2021 - 2024, Aditya Mufti Ariffin - Wartono

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Balaikota Banjarbaru punya pemimpin baru, Aditya Mufti Ariffin – Wartono. Keduanya dilantik sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2021 – 2024, Jumat (26/2/2021). Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA yang melantiknya di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Memimpin Kota Idaman hingga 2024 mendatang, Aditya – Wartono menggadang visi mulia, ‘Banjarbaru Maju Agamis dan Sejahtera (JUARA)’. Visi yang dimaknai sebagai motivasi yang akan mempu menumbuhkan kekuatan dan daya juang. Dengan begitu, Kota Banjarbaru akan punya keunggulan komparatif fan kompetitif dengan daerah lain. Tak hanya Kalimantan Selatan, tapi juga di antero negeri.

Untuk merealisasi visi tersebut, tiga misi dirumuskan. Pertama dengan ‘Meningkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat yang Sejahtera dan Berakhlak Mulia’. Kedua ‘Meningkatkan pembangunan perekonomian daerah yang berkelanjutan dengan kearifan lokasl dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup’. Dan  ketiga Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah.

Di misi pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator utaman tercapainya kesejahteraan masyarakat. Di dalamnya, terdapat sejumlah komponen penentu, yakni luasnya jangkauan akses pelayanan dasar, mencakup pendidikan, kesejahteraan dan daya beli masyarakat.

Dalam mewujudkan peningkatan IPM, Ovie -sapaan akrab Aditya- bersama Wartono akan melakukan peningkatan kinerja pembangunan pendidikan, peningkatan kerja pembangunan kesehatan, penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), peningkatan ketahanan pangan daerah dan penurunan tingkat pengangguran terbuka.

Begitu pun untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, akan dilakukan dengan peningkatan kualitas kehidupan beragama yang mencakup sarana prasarana publik terkait peribadatan dan perhatian pemerintah daerah terhadap para pelaku pembinaan masyrakat baik organisasi masyarakat maupun pribadi masyarakat.

Pada misi kedua, ‘Meningkatkan pembangunan perekonomian daerah yang berkelanjutan dengan kearifan lokasl dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup’ Aditya – Wartono akan mewujudkan kondisi masyrakat Kota Banjarbaru yang lebih maju dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada dengan memperhatikan kelestarian hidup. Untuk mencapai itu, akan diiwujudkan melalui pembangunan ekonomi dan pembangunan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan.

BACA JUGA :
Masjid di 20 Desa Terima Bantuan

Upaya yang dilakukan dalam mencapai pembangunan ekonomi, termasuk dalam hal pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19  yang terjadi; diantaranya adalah dengan penegmbangan UMKM (RT Mandiri), pertanian dan pariwisata pengembangan sarana dan prasarana publik (Banjarbaru Corner), serta pengembangan kepemudaan dan olahraga.

Sedangkan upaya dalam mencapai pembangunan wilayah berkelanjutan dilakukan dengan cara meningkatkan cakupan dan kualitas layanan infrastruktur wilayah dan pelestrian lingkungan hidup.

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah, menjadi misi ketiga yang akan dicapai Aditya – Wartono. Misi ini menunjukan keingan kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang demokratis, baik, dan bersih. Pada periode yang lalu tata kelola pemerintahan Kota Banjarbaru telah berjalan dengan baik yang diindikasikan dengan pencapaian opini Wajar Tanpa pengecualian (WTP) untuk pengelolaan keuangan daerah.

Dalam periode 2021 – 2024 mendatang, tata kelola pemerintahan yang amanah dilaksanakan dengan reformasi birokrasi secara optimal. Yang diarahkan untuk meingkatkan pelayanan publik yang semakin transparan, partisipatif, inovatif, dan akuntabel.

Pelayanan publik yang transparan dan akuntabel akan diwujudkan dengan smart government , dimana pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Banjarbaru dilaksanakan dengan pemenafaatan Teknologi Informasi (TI) dan Komunikasi dan Pelayanan Publik yang partisipatif dengan pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan dengan berbagai media, serta pelayanan publik yang inovatif melalui penataan dan pengelolaan Aparatur Sipil Negara ( ASN) secara profesional dengan melakukan optimaliasasi pemanfaatan berbagai sumber pembiayaan pembangunan. (***)