Kafe Milik Petinggi Parpol Lebih Bandel Lagi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Kafe Langitbiru,BJB namanya. Letaknya di pinggir jalan kawasan Ratu Elok, Sungai Besar, Banjarbaru. Tidak terlalu besar kafenya. Bangunannya tepat menempel di toko lumayan besar bertuliskan Haji Enong selaras dengan baliho ukuran sedang di pinggir jalan tepat di depan kafe.

Dari informasi berkembang, kafe ini dikabarkan setiap malam tutup di atas pukul 22.00 Wita atau batas waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjarbaru.

Kesan bandel rasanya patut disematkan untuk kafe yang satu ini. Apalagi ternyata dikabarkan pemiliknya merupakan ketua partai tingkat lokal di kabupaten tetangga.

Informasi tersebut juga tidak berlebihan dan dibuktikan langsung Walikota Banjarbaru Aditya Mufty Arifin beserta Forkompindo Banjarbaru, saat menggelar operasi yustisi PPKM pada Sabtu jelang Minggu (6/3).

Waktu saat itu menunjukkan pukul 00.30 Wita saat rombongan mendapati lampu kafe ini masih terang benderang.

Memang di kaca depan tertera tulisan “tutup”. Hanya saja rombongan tak mau dikelabui hanya karena tulisan tersebut. Tetap saja mereka turun dan masuk ke dalam kafe.

Selain beberapa pengelola, petugas juga mendapati sepuluhan orang yang sedang duduk santai di meja luar dan ternyata memang mengaku sebagai pengunjung.

Petugas pun meminta semua yang ada untuk tetap berada di tempat. Tak terkecuali pengelolanya.

Aditya didampingi Dandim 1006/Martapura Letkol Inf Imam Muchtarom, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Marhain pun berbincang dengan salah seorang pengelola yang masih menggenakan seragam sebagaimana seorang chef.

Saat diinterogasi, sang pengelola mengaku tahu persis jika pukul 22.00 Wita batas operasi. Hanya karena hujan menurut dia, kafenya belum tutup. Toh apa pun alasannya, akhirnya si pengelola tak bisa mengelak lagi ketika dicecar dengan berbagai pertanyaan.

“Besok kamu atau owner mu menghadap ke Satpol-PP Kota Banjarbaru,” ujar AKBP Doni.

Di sudut lain, 12 orang pengunjung tampak dikeliling petugas kesehatan. Mereka didata untuk kemudian dilakukan swab di tempat. Beruntung dari lima orang yang diberikan rapid test antigen, semuanya negatif. (yan/klik).